Showing posts with label Celoteh. Show all posts
Showing posts with label Celoteh. Show all posts

Friday, 9 April 2010

Dampak Jejaring Sosial bagi Anak dan Remaja

dampak facebook bagi anak remaja
Penggunaan situs jejaring sosial (facebook, twitter, friendster dll) menuai banyak kritikan, seiring banyaknya kasus-kasus negatif yang terjadi di dunia nyata yang melibatkan layanan tersebut.

Tidak selamanya situs jejaring sosial selalu berefek buruk bagi anak dan remaja. Sebenarnya, semua kembali ke masing-masing individu. Jika digunakan secara positif maka hasilnya akan baik, dan sebaliknya. Kembali lagi, keluarga berperan penting untuk mengontrol aktivitas anak di internet. Seperti apa sih Dampak Jejaring Sosial bagi Anak dan Remaja?

Efek Positif:

- Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.

- Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.

- Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.

- Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka yang berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.

Efek Negatif:

- Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata – seperti bahasa tubuh dan nada suara – menjadi berkurang.

- Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.

- Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja rentan terhadap sensasi.

- Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.

- Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.

Sumber : Symantec.com


Sambungannya... (klik disini!)

Tuesday, 30 March 2010

5 Strategi Pemasaran Tingkat Lanjut Melalui Media Sosial Online Untuk UKM

stratgei pemasaran
Pemasaran media sosial dan bisnis yang memanfaatkan hal itu telah menjadi lebih maju. Cukup banyak bisnis kecil (UKM) tak terkecuali warnet yang mulai memahami cara terbaik untuk memanfaatkan alat-alat online untuk membangun sebuah komunitas dan mengakui bahwa keterlibatan dan interaksi adalah dasar dari pemasaran sosial, tetapi kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Berikut adalah lima langkah strategi untuk usaha kecil yang mungkin sudah memiliki komunitas online dan mengerti bagaimana untuk menciptakan presentasi online, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dan tak terkecuali hal ini juga sering terjadi pada warnet.Kali ini kami akan sajikan sedikit pandangan kami tentang strategi pemasaran tingkat lanjut melalui media sosial online untuk UKM.


Apakah yang dimaksud dengan Strategi Tingkat Lanjut?

Definisi strategi sosial tingkat lanjut adalah teknik yang melampaui kehadiran media sosial yang normal. Memperkenalkan atau memperkuat pesan pemasaran sambil mendorong pengguna ke profil lain atau situs bisnis. Sebelum bergerak maju dengan strategi tingkat lanjut, penting bahwa Anda memahami bisnis pemasaran sosial, memiliki pengalaman menarik konsumen, dan bahwa Anda memiliki pemahaman dasar pemasaran online.

Stategi 1 : Penggunaan Multimedia

Istilah "Sebuah gambar bernilai ribuan kata" adalah benar. Konsumen sekarang menggunakan web untuk mencari produk foto dan video; mereka ingin informasi lebih lanjut dan ingin melihat apa yang mereka sedang mempertimbangkan untuk membeli. Kabar baiknya adalah bahwa itu mudah bagi perusahaan untuk menciptakan dan mempublikasikan video dan gambar.

Selain mengambil foto-foto produk, Anda juga dapat mengambil gambar di acara kantor sebagai cara untuk menyoroti budaya perusahaan. Hal ini tidak hanya membantu meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dengan Anda atau untuk membeli dari Anda, tetapi juga membantu departemen HR anda merekrut karyawan baru. Siapa yang tidak mau bekerja untuk sebuah perusahaan yang merayakan ulang tahun dan memiliki waktu yang baik?

Video berguna untuk menjelaskan mekanisme kerja atau konsep. Menampilkan petunjuk langkah demi langkah dapat memiliki dampak yang lebih besar daripada yang menampilkan artikel yang ditulis. Perusahaan atau UKM tidak harus menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk membuat video yang baik. Saya sangat merekomendasikan camcorder flip yang relatif murah, yang dapat mengambil video dan mudah untuk digunakan.

Multimedia dapat merubah pandangan yang kurang baik tentang cara penjualan anda dan membuat perusahaan Anda terkesan lebih ramah. Gunakan video dan foto untuk menunjukkan bahwa bisnis Anda menyenangkan, Anda peduli karyawan Anda, dan yang paling penting, bahwa Anda peduli tentang pelanggan Anda.

Strategi 2: Mengintegrasikan Offline dan Online Advertising

offline dan online advertising

Banyak bisnis kecil dan UKM termasuk juga warnet melakukan beberapa jenis iklan offline, apakah itu radio, cetak, atau kabel. Pemasaran sosial memungkinkan sebuah bisnis untuk memperluas penjualan offline mereka.

Termasuk halaman Facebook atau URL blog dalam iklan offline bertindak sebagai bukti sosial, mengundang calon konsumen untuk melihat komunitas Anda dan meningkatkan kepercayaan dalam bisnis Anda. Tidak hanya dapat mengintegrasikan iklan online dan offline membantu proses konversi, tetapi juga dapat membantu membangun komunitas Anda. Memperkenalkan potensi konsumen untuk profil sosial Anda berarti mereka dapat bergabung dalam komunitas Anda sekarang dan akan membeli kemudian.

Strategi 3: Pesan Adaptasi

pesan adaptasi

Sebagai bisnis yang mulai menjadi lebih canggih dengan media sosial mereka mulai memanfaatkan online platform. Namun, sebagian besar menyampaikan pesan yang sama pada beberapa platform bukannya menyesuaikan komunikasi untuk masing-masing situs.

Platform sosial masing-masing memiliki ekosistem mereka sendiri. Apa yang mungkin dapat diterima di Tumblr mungkin dianggap spam di Facebook. Sebuah gaya penulisan tertentu mungkin menyebar pada Twitter tapi gagal pada FriendFeed. Memahami bahwa setiap situs yang berbeda dan kemudian menyesuaikan pesan Anda memastikan mereka melakukannya dengan baik pada masing-masing situs.

Tidak hanya menyesuaikan pesan di situs membantu menyebarkan pesan dan promosi anda tetapi pengguna tetap menerima beberapa komunikasi yang identik. Pastikan untuk memaksimalkan potensi Anda dengan mengirimkan pengguna yang mengikuti bisnis pada Twitter dan Facebook dua pesan yang berbeda, bukan hal yang sama.

Strategi 4: Jaringan Sosial Lokal

Untuk usaha kecil, pencarian lokal dapat menjadi kemenangan besar. Mudah terlihat di lingkungan lokal oleh konsumen di daerah mereka adalah hal yang sangat penting. Pastikan situs Anda dimasukkan dalam direktori bisnis lokal untuk membantu memastikan bahwa konsumen menemukan Anda ketika mereka membutuhkan Anda.

Pertama, pastikan Anda memeriksa pesaing Anda. Di mana mereka terdaftar? Memeriksa inbound link untuk memeriksa direktori bisnis dimana Anda dapat juga mendaftarkan diri. Juga, pastikan bisnis Anda telah ditambahkan ke Google Maps (Google Maps), dengan menggunakan Pusat Bisnis Lokal.

Meluangkan waktu untuk mencakup semua informasi yang Anda dapat dan memutakhirkan setiap berita lama. Bagi banyak konsumen, ini akan menjadi interaksi pertama mereka dengan anda.

Strategi 5: Kontes dan Diskon

Membangun komunitas hanya bagian pertama dari pemasaran sosial. Menggunakan komunitas untuk mengarahkan penjualan, menyebarkan pemasaran, atau crowdsource operasi adalah kekuatan sejati media sosial. Salah satu cara untuk merangsang komunitas agar secara kolektif melakukan sesuatu adalah menciptakan sebuah kontes atau menawarkan diskon eksklusif (yaitu, kontes dapat menciptakan kompetisi di antara pengguna). Tidak hanya kontes buzz membangun kontestan organik tetapi jika perlu, misalnya, menerbitkan sebuah artikel dimana yang paling banyak berkomentar akan menjadi pemenang, kontes itu sendiri menjadi virus.

kontes dan diskon

Sebuah kontes media sosial yang baik harus mencakup semacam sharing atau virality sebagai syarat untuk menang.

Diskon juga merupakan cara yang bagus untuk berhubungan dengan komunitas Anda. Dengan memberikan kupon eksklusif untuk komunitas sosial Anda, berarti anda menghargai mereka dan mengingatkan mereka bahwa Anda bukan hanya sebuah merk dagang, tapi juga sebuah bagian dari mereka.

Kesimpulan

Menciptakan dasar dari media sosial cukup mudah, mendapatkan komunitas Anda sendiri untuk melakukan sesuatu adalah hal yang lebih sulit. Mengambil keuntungan dari strategi ini dapat membantu Anda membangun komunitas, membuat pemasaran Anda lebih efektif, dan incentivize membeli.



Sambungannya... (klik disini!)

Sunday, 28 March 2010

10 Gadget Modern Dengan Gaya Retro

Gadget Modern Dengan Gaya Retro
Jika anda seorang pecinta gadget yang muak dengan gaya desain gadget-gadget saat ini serta rindu dengan gaya dari masa lalu tanpa mau ketinggalan pada sisi teknologi-nya, mungkin beberapa gadget bergaya retro yang akan kami sajikan saat ini akan menjadi pilihan bagi anda.

1. Olympus Pen E-P1

Olympus Pen E-P1

Olympus 'Pen E-P1 adalah reinkarnasi dari Olympus Pen yang dikeluarkan pada tahun 1959, yang membuat dampak besar pada pasar kamera dengan dimensi kecil saat itu. Olympus 'Pen E-P1 dilengkapi dengan sensor 12-megapixel dan mampu menangkap film di 720p, menawarkan kemampuan standar kamera digital SLR. Desainnya yang benar-benar mengesankan retro menjadi daya tarik tersendiri.

Harga : $799.99

2. Phonofone II

Phonofone II

Science and Sons’ Phonofone II adalah speaker iPod dengan desain gramophone klasik, benar-benar unik. Tanpa menggunakan catu daya (eksternal power) perangkat ini mengandalkan kemampuan amplikasi pasif dan kemampuan akustiknya untuk meningkatkan keluaran audio dengan kualitas standar earphone. Dengan konstruksi yang totally keramik, speaker iPod ini benar-benar indah.

Harga : Sekitar 240 euros atau $330

3. LG Classic TV

LG Classic TV

Sejauh ini hanya dirilis di Korea, LG memenuhi keinginan para pecinta gaya retro ketika merilis TV CRT (Tabung), lengkap dengan saluran udara "kuping kelinci" dan tombol knop untuk merubah channel. TV ini berukuran 14 inch dan memiliki kaki penyangga bergaya stainless steel dan jika anda ingin mengingat kembali akan masa lalu, TV ini dapat menampilkan gambar dengan warna hitam putih dan sepia. meskipun bergaya vintage, namun TV ini memiliki digital tuner dan juga memiliki remote control untuk digunakan ketika anda bosan memencet tombol.

Harga : Takterlacak :((

4. Snowball USB Mic

Snowball USB Mic

Sebuah USB mic profesional, Snowball keluaran Blue Microphones mengklaim fitur plug and play nya mampu memberikan kemudahan penggunaan baik pada PC maupun Mac dengan kekuatan untuk menangkap suara dari mulai vokal yang lembut hingga suara musik band metal yang menggelegar. Desain vintage yang tak ketinggalan jaman ini mengingkatkan penggunanya akan masalalu broadcasting dan mengilhami mereka untuk menyiarkan tentang banyak hal.

Harga : $99.95

5. Panasonic Old School Monitor Stereo Headphones

Panasonic Old School Monitor Stereo Headphones

Tersedia dalam warna hitam, putih, merah dan hijau retro alpukat. dan anda dapat mengucapkan selamat tinggal pada earbuds modern, Panasonic Old School Monitor Stereo Headphones benar-benar memberikan kesempurnaan, lapisan kulit yang empuk serta kemampuannya mengeluarkan suara akan membuat anda bermimpi, seakan anda enggan melepasnya walaupun sedang tidak mendengarkan lagu.

Harga : $59.99

6. Hulger P*PHONE

Hulger P*PHONE

Tentu saja, headset tampik baik dan bagus, namun tak ada romantisme pada gaya operator call center. P*Phone keluaran Hulger akan memberikan kepuasan pada anda akan gaya retro dan vintage dan melangsungkan percakapan VoIP. Tersedia dalam warna putih, hitam, merah, dan hijau.

7. USB Mixtape

USB Mixtape

Anda mungkin sudah membuang koleksi kaset pita anda, atau masih ingatkah anda akan kaset pita kosong yang dapat anda isi dengan rekaman lagu-lagu pilihan anda. USB Mixtape merupakan USB flash disk yang tampil dengan gaya kaset kosong lengkap dengan kotak dan cover seperti layaknya kaset pita kosong yang dulu sering anda beli.

Harga : $15.99

8. Retro Calculator

Retro Calculator

Para pecinta matematika dengan kegemaran masa lalu akan menikmati kalkulator retro ini. Gaya 70-an tampak kental pada kalkulator ini, mulai dari ukuran, tombol hingga warna yang diusungnya. Sangat 70-an.

Harga : Sekitar $23

9. Crosley USB Turntable

Crosley USB Turntable

Anda salah besar ketika menilai turntable ini ketinggalan jaman, buktinya turntable ini bukan hanya mampu memutar piringan hitam anda melainkan juga tersedia slot SD card dan USB flashdisk seperti layaknya MP3 player lainnya. Selain kemampuan memutar piringan hitam, turntable ini juga mampu mengkonversi suara pada piringan hitam menjadi digital langsung ke komputer anda, sehingga anda tak perlu membeli ulang koleksi piringan hitam anda dalam bentuk digital. Cangggih bukan..?

Harga : $150

10. Retro NES USB Controller

Retro NES USB Controller

Sementara dunia tengah dilanda demam akan Sony's Move dan Microsoft's Project Natal, silahkan anda untuk duduk santai dan menikmati game 8-bit dengan Retro NES USB Controller keluaran ThinkGeek, yang menyajikan game lawas pada laptop anda. Dengan koneksi USB, menjadi sempurna untuk MAME dan emulator lainnya. Sangat seru untuk menyelamatkan Sang Putri ketimbang menggunakan keyboard anda.


Sambungannya... (klik disini!)

Tuesday, 17 November 2009

8 Macam Type (Karakter) Blogger

Type Blogger

Hampir setiap hari ratusan blog baru lahir dan meramaikan suasana blogging. Setiap blogger berusaha untuk menarik perhatian pembaca melalui tulisan unik yang mereka ciptakan. Dengan sekian banyak blogger, namun ternyata terdapat karakter-karakter khusus yang dapat dijadikan sebagai ciri/type untuk mengkategorikan sang blogger. Sedikitnya ada 8 Macam Karakter Blogger yang dapat disebutkan, yaitu :

#1 - The Tour Guide / Pemandu Wisata

Karakter "Tour Guide" atau pemandu wisata adalah blogger yang tidak menghasilkan banyak konten asli. Sebaliknya, ia mengais hal-hal yang menurutnya terbaik dari web pada topik tertentu dan meletakkannya di satu tempat.


#2 – The Guru / Sang Ahli

Karakter The Guru adalah blogger yang memiliki keahlian tinggi pada suatu hal/topik yang menarik. Orang-orang akan berduyun-duyun datang ke blog ini karena mereka ingin mengetahui sesuatu yang awam dan ingin mendapatkannya dari seseorang yang memang berkompeten.

#3 – The PR Puppet / Boneka PageRank

Apakah Anda pernah membaca sebuah blog di mana isi/content pada blog tersebut hanya tentang produk tertentu? Boneka PR beraksi lagi! Jenis blogger seperti ini hanya mengisi blog-nya dengan mengangkat bagian-bagian besar siaran pers tanpa menambahkan banyak analisa, dengan tujuan mendapatkan pengunjung yang melimpah dan meningkatkan pagerank.

#4 – The Contender / Para Pesaing

"Para Pesaing" adalah blogger baru yang ingin sukses secara instan. Dia mungkin baru di blogosphere atau baru pada topik khusus. Terbukti tapi ditentukan, Contender telah melangkahkan kakinya menuju puncak dan terus mengharap hasil. Risiko terbesar ke type Pesaing ini adalah bahwa dia akan kehilangan fokus atau menyerah sebelum orang-orang menangkap pada apa yang ditawarkannya.

#5 – The Repeater / Pengulang

Blogosphere sering dicirikan sebagai "ruang gema" sebuah tempat di mana sedikit hal yang diciptakan dan banyak yang hanya diulang. The Repeater's blog memiliki banyak konten atau echos-komentar yang berasal dari blog lain, berita atau hot trend tanpa sintesis atau tanpa nilai tambah. Copy Paste banged!

#6 – The Anti-Socialite

Beberapa blogger pelit dengan link. Lainnya tidak mengerti bahwa berkomentar dan berinteraksi dengan masyarakat dapat memperkaya dan menigkatkan produktifitas. Anti-Socialite hadir (atau pura-pura hadir) dalam sebuah fatamorgana. Dia tidak peduli siapa yang membaca atau berkomentar. Dia tidak menghargai tempatnya di blogosphere. Dia mungkin juga punya realitas sosial yang buruk.

#7 – The Reviewer / Pengulas

The Reviewer suka mengungkapkan pendapatnya. Apakah itu produk baru atau website, Dia juga akan memberikan pendapatnya tentang topik aktual dalam masyarakat. Sesuatu yang kontroversial? Sesuatu yang inovatif? Anda dapat menjadi Reviewer bila mempunyai sesuatu untuk dikatakan.

#8 – The Navel Gazer / Narsis Abiiess

The Navel Gazer adalah semua tentang satu hal: dirinya sendiri! Pembaca akan terkutuk, seolah-olah pemilik blog berkata seperti ini ; "Ini adalah blog saya dan saya akan menulis tentang apa pun yang menarik bagi saya!". Anda telah menemukan sebuah Navel Gazer jika Anda membaca blog dan anda tidak mendapatkan apa-apa dari selain kata-kata "Aku", "saya" dan "saya" dan kata-kata itu lebih umum daripada "Anda" dan "Anda". Kadang-kadang Navel Gazers yang menghibur, tapi biasanya justru malah memuakkan. Secara pribadi, saya berharap menjadi sedikit Tour Guide dan sedikit Contender, bagaimana dengan anda? Mana dari 8 karakter blogger yang Anda inginkan?


Sambungannya... (klik disini!)

Tuesday, 3 November 2009

sajak NEGERI PARA BEDEBAH by Adhie M Massardi

Tolak Korupsi


Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.

2009

CATATAN:
Sajak ini dibacakan di halaman kantor KPK
sebagai bagian dari aksi keprihatinan nasional untuk KPK
Senin, 02 November 2009/

Sambungannya... (klik disini!)

Saturday, 17 October 2009

Pornografi di Ruang Sidang

Antasari KPKHeboh kasus pemaparan dakwaan secara vulgar dalam sidang Antasari Azhar pekan lalu harus menjadi pelajaran penting. Pelajaran tidak hanya bagi sistem dan mekanisme peradilan, tapi juga untuk media massa. Bagaimanapun, materi dakwaan yang sudah tergolong adegan seks secara eksplisit itu tak selayaknya ditunjukkan kepada publik.

Pemaparan adegan seks itu merupakan bagian dari dakwaan jaksa terhadap Antasari Azhar, bekas ketua KPK, yang dituduh membunuh Nasrudin Zulkarnaen. Menurut jaksa, sebelum pembunuhan, Rhani Juliani, istri Nasrudin, sempat dua kali datang ke kamar 808 Hotel Grand Mahakam, yang disewa Antasari.

Masih menurut jaksa, di kamar inilah, dalam dua kali pertemuan, Antasari membujuk Rhani melakukan hubungan badan. Jaksa secara jelas menggambarkan bagaimana Antasari merayu dan mendesak Rhani, hingga kemudian, pada pertemuan kedua, Rhani melayani Antasari meski tidak sampai berhubungan badan.

Ini memang sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum. Sesuai dengan Kitab Hukum Acara Pidana, hakim boleh menyatakan sidang terbuka bila tidak menyangkut kasus asusila atau bila terdakwanya bukan anak-anak. Artinya, hakim tidak melanggar aturan ketika membiarkan jaksa membacakan dakwaan yang berisi perincian adegan intim itu.

Tapi hakim tentu sudah membaca dakwaan jauh sebelum sidang berlangsung. Mestinya hakim, selaku pemegang kewenangan tertinggi di dalam sidang, bisa meminta agar, saat pembacaan bagian intim, televisi tidak menayangkan bagian ini. Bahwa kemudian ada TV yang menyiarkan rekaman lengkap, maka ini bukan lagi tanggung jawab hakim. Lagi pula dakwaan tentang bagian intim itu tidak secara langsung menyangkut materi pokok perkara, yaitu kasus pembunuhan.

Media pun, entah televisi atau online dan cetak, seharusnya tahu bahwa penyiaran pemaparan adegan seperti itu melanggar Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan kode etik wartawan. Ketentuan KPI dan kode etik jelas menyebutkan bahwa dalam menyampaikan beritanya, media harus memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan.

Pihak media tak bisa berdalih bahwa mereka tak tahu ada pemaparan adegan intim dalam dakwaan sehingga lolos karena siaran dilakukan secara langsung. Pembacaan bagian intim itu setidaknya berlangsung lebih dari lima menit, sehingga mestinya di menit awal pihak TV sudah memutuskan segera menghentikan penayangan.

Aturan sidang di pengadilan kita memang tergolong longgar dibanding di negara lain. Belum ada aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh disiarkan ke luar ruang sidang dalam sebuah sidang terbuka. Padahal, dalam sistem pengadilan di negara-negara Barat, mereka sangat ketat. Di Amerika, misalnya, jangankan merekam dengan kamera, mengambil foto statis suasana sidang saja merupakan perbuatan terlarang.

Kita memang belum memiliki aturan seketat itu. Justru karena itulah, kearifan media diperlukan saat menyiarkan bagian-bagian sensitif persidangan, khususnya menyangkut pornografi dan sadisme.

Editorial Koran Tempo ; 17 Oktober 2009

Sambungannya... (klik disini!)

Tuesday, 13 October 2009

Masa Depan Warnet Suram?

warnet,mikrotik,wireless,komputer
Mungkin tak sedikit diantara kita yang pada awal tahun 90-an begitu tercengang dengan pesatnya bisnis War-Tel, atau bahkan justru ikut menanamkan modalnya pada bisnis tersebut. Namun apa yang terjadi hari ini? War-Tel secara sporadis tutup usia.

Penetrasi teknologi telepon seluler dapat dijadikan sebagai sebuah penyebab tunggal atas kematian War-tel. Tak ada yang tersisa dari investasi di bisnis ini. Nyaris semua Wartel yang ada baik di pusat kota maupun di daerah pinggiran memilih untuk mengakhiri jalan hidupnya. Hari ini ditengah semakin murah biaya koneksi internet, akankah Warnet akan bernasib sama dengan War-Tel? sebuah pertanyaan yang sangat sering dilontarkan oleh para anggota milis.

Sangatlah tidak sepadan bila kita membandingkan antara Warnet dengan War-Tel. Mengapa?, jelas dalam mengelola War-Tel nyaris tak ada "special skill" yang dibutuhkan. Nah... pandangan ini lah yang harusnya dibangun dan dimiliki oleh para pengelola atau peminat usaha Warnet. Warnet bukan hanya sebuah bentuk usaha penyewaan fasilitas komputer dan internet, melainkan sebuah bentuk usaha kreatif yang sangat menuntut kemampuan-kemampuan khusus dari pengelolanya. Income Warnet bukan hanya datang dari billing penyewaan komputer yang terhubung dengan internet, pos income warnet dapat berkembang menjadi tak terbatas seiring dengan kemampuan dan kreativitas para pengelolanya. Warnet bukan lagi hanya sekedar mesin uang yang monoton dan berhenti mendadak ketika telkom menawarkan biaya yang sangat murah atas koneksi internet.


Warnet dapat dijadikan sebagai sebuah sarana pembelajaran bagi masyarakat awam yang berkeinginan untuk mengetahui dan menguasai hal-hal asing (tentunya menurut mereka) tentang dunia IT. Pembangunan website dan jasa design graphis adalah salah satu pekerjaan yang menurut saya dapat dijadikan pos pendapatan selain 'billing", kedua pekerjaan ini menuntut kreatifitas yang tak terbatas dan juga dapat berkembang dengan baik. Memadukan warnet dengan pekerjaan-pekerjaan jasa IT sebenarnya bukanlah sebuah langkah sulit, toh pada prinsipnya siapapun yang mampu men-setup sebuah warnet sesungguhnya dia telah memiliki kemampuan untuk menyediakan jasa selain sekedar jasa sewa komputer dan internet.

Pos-pos pendapatan inilah (diluar dari yang tercatat di system billing) yang harusnya menjadi perhatian bagi para pengelola warnet. Bila pos-pos tersebut mendapatkan penanganan pengembangan maka tak ada lagi yang harus diragukan atas masa depan warnet, warnet tak akan bernasib serupa dengan wartel, karena sumber daya yang dimiliki warnet dapat berkembang. Hal ini tentunya tak berlaku bagi para pemilik dan pengelola warnet yang hanya mengandalkan jalannya warnet dengan hanya menggadji seorang operator penunggu billing, bila hal itu yang terjadi, maka dapat dipastikan income yang datang hanya dari billing system.

Belakangan ini banyak model kepemilikan dan pengelolaan yang diterapkan di warnet. Ada Owner (pemilik modal) yang sekaligus menjadi pengelola, serta ada juga yang antara pemilik modal dan pengelola merupakan personal yang beda. Apapun model kepemilikan dan pengelolaannya tentunya harus dapat dipahami bahwa warnet tidak hanya sekedar menyediakan layanan sambungan internet dan penyewaan komputer. Warnet harus dapat menjadi sebuah unit industri kreatif yang mampu melahirkan karya-karya yang memiliki nilai jual. Keutuhan visi bagi seorang pemilik dan pengelola warnet sangat menentukan keberlangsungan dan perkembangan warnet tersebut.

Tak butuh modal yang besar untuk dapat memiliki warnet dengan income yang besar. Tampaknya jargon ini sudah tidak menjadi pertanyaan bila kita mampu mengembangkan pos-pos pendapatan warnet yang awalnya hanya mengandalkan billing system.

Banyak cerita tentang warnet yang hanya mampu bertahan kurang dari 12 bulan dan kemudian tutup. Saya yakin, mereka yang menutup warnetnya dikarenakan alasan minimnya income yang didapat ini karena mereka tidak mengembangkan pos-pos income lain selain dari billing system, atau mungkin diperparah dengan penguasaan yang minim atas keahlian-keahlian khusus IT. Cerita lain ada seseorang yang dikarenakan memiliki modal cukup lantas membuka warnet, padahal dia tidak memiliki dasar pemahaman dan kemampuan tentang komputer kemudian kesehariannya orang tersebut mengandalkan seorang karyawan untuk menjalankan warnetnya, yang seperti ini saya jamin tak akan berumur panjang.

.... bersambung

Sambungannya... (klik disini!)

Sunday, 16 August 2009

10 Kebohongan MLM!!!

Kebohongan #1 :
MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar dibandingkan dengan model bisnis dan profesional konvensional lainnya.

Kebenaran :
Bagi kebanyakan investor MLM praktek ini akan merupakan kerugian. Ini bukan pendapat, tetapi kenyataan sejarah. Timbanglah beberapa contoh penting yang terjadi pada MLM besar berikut:

Dalam MLM yang terbesar, Amway, hanya 1/2 persen dari semua distributor menjadi basis langsung sebagai distributor, dan pendapatan rata-rata semua distributor adalah $40 sebulan. Ini adalah pendapatan kotor sebelum dikenai pajak dan ongkos-ongkos. Bila biaya dijadikan faktornya, sudah jelas bahwa hampir semua mengalami kerugian. Menjadikannya agar memasarkan secara 'langsung' bagaimanapun bukanlah karcis menuju keuntungan, tetapi menuju kerugian yang lebih besar lagi.


Ketika Jaksa Agung Wisconsin mengajukan tuntutan kepada Amway, pajak dari semua distributor di Amerika Serikat menunjukkan rata-rata kehilangan $918 bersih untuk pemerintah. Penjualan yang luar biasa dan kegagalan pemasaran menjadi faktor utama dari kegagalan ini, namun walaupun bisnis ini lebih layak, perhitungan matematik saja sudah akan membatasi kesempatan demikian.

Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menunjang sekelompok kecil pemenang. Bila satu orang membutuhkan 1.000 orang down-line untuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan, dan 1.000 orang itu membutuhkan satu juta orang untuk mengulangi sukses yang sama, berapa banyak orang sebenarnya yang dapat bergabung sebagai anggota ?

Kebanyakan dari yang disebut pertumbuhan pada dasarnya adalah pengulangan dari terkecohnya pendaftar-pendaftar baru. Uang untuk pemenang yang sedikit diperoleh dari banyak pendaftar-pendaftar baru yang masuk secara terus menerus.

Kebanyakan mereka yang rugi dalam MLM akan keluar pada tahun pertama. Pada pengadilan Melaleuca di tahun 1999, salah satu dari MLM besar di Amerika Serikat, perusahaan itu mengaku mencapai tingkat pengumpulan tertinggi diantara para distributor industri MLM. Tingkat drop-out Melaleuca adalah 5.5% per bulan. Ini berarti sekitar 60% per tahun bila drop out diganti setiap bulan.

Dalam laporan tahunan kepada SEC, Pre-Paid Legal, MLM besar lainnya, terungkap bahwa lebih dari setengah pelanggan dan distributor berhenti setiap tahun dan digantikan oleh kelompok lain yang masih memiliki pengharapan akan bisnis ini.

Pola yang mencapai 50-70% dari semua distributor dalam setahun juga berlaku untuk NuSkin, industri kedua terbesar dalam MLM. NuSkin juga menunjukkan contoh dimana hanya kecil sekali persentasi distributor yang memperoleh keuntungan mayoritas komisi perusahaan. Di tahun 1998, NuSkin membayarkan 2/3 dari seluruh komisinya kepada hanya 200 upliners dari 63,000 distributor yang "aktif". Uang yang mereka terima diperoleh langsung dari investasi yang tidak menguntungkan dari 99,7% lainnya.

Di tahun 1995, Excel Communications, MLM "yang cepat berkembang" lainnya, melaporkan kepada pejabat adanya 86% tingkat pergantian distributor dan 48% tingkat drop-out pelanggan.

Untuk mengaburkan angka-angka keanggotaan yang suram, beberapa MLM membagi para distributor dalam dua kelas, "aktif" dan "pasif". Kelompok Aktif mencakup hanya para anggota baru dan mereka yang masih membeli produk-produk atau menerima komisi.

Statistik pembayaran dan penerimaan komisi hanya terbatas pada mereka yang termasuk "golongan Aktif". Bila SEMUA distributor yang terlibat dimasukkan, kerugian dan penghasilan rata-rata akan makin terungkap lebih buruk lagi. Dan, bila semua distributor yang terdaftar dan keluar dalam beberapa tahun dimasukkan, mujizat sukses bagi distributor / investor baru akan terlihat rendah sekali. Namun, perusahaan perusahaan demikian akan tetap mempromosikan bisnis mereka sebagai "kesempatan seumur hidup" dengan "pontensi yang tidak terbatas."

Kebohongan #2 :
Pemasaran Jaringan adalah cara yang paling populer dan efektif untuk memasarkan produk ke pasar. Pelanggan menyukai membeli produk dengan dasar satu-kepada-satu dalam model MLM.

Kebenaran :
Bila kita melepaskan MLM dari aktivitas resmi penjualan ke-distributoran yang terus menerus, yaitu cara penjualan eceran atas dasar satu-kepada-satu produk kepada pelanggan, kita akan menjumpai sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis diatas mana seluruh struktur bertumpu. Penjualan secara pribadi adalah hal masa lalu, bukan gelombang masa depan.

Menjual secara eceran secara langsung kepada teman-teman atas dasar satu-kepada-satu menuntut orang-orang untuk secara drastis mengubah kebiasaan belanja mereka. Mereka harus membatasi pilihan mereka, sering harus membayar lebih untuk barang barang, membeli dengan enggan, dan secara janggal melakukan transaksi dengan teman dekat dan keluarga. Pengeceran dari pintu-ke-pintu yang tidak layak itulah sebenarnya MLM, dalam kenyataan, MLM adalah sebuah bisnis yang hanya menjual kesempatan untuk merekrut distributor baru.

Kebohongan #3 :
Pada akhirnya semua barang akan dijual dengan MLM, sebuah bentuk pemasaran yang baru. Toko-toko eceran, mal-mal, katalog dan sebagian besar iklan oleh MLM akan segera dianggap tidak lagi diperlukan.

Kebenaran :
MLM bukan hal baru. Itu sudah muncul sejak akhir dasawarsa 1960-an. Kenyataannya, saat ini hanya mencapai kurang dari satu persen penjualan eceran di Amerika Serikat. Menurut Departemen Perdagangan Amerika Serikat, di tahun 2000, jumlah penjualan eceran adalah $3.232 triliun dan jumlah penjualan melalui MLM hanya sekitar $10 milyar.

Jumlah ini hanya sekitar sepertiga persen dan sebagian besar penjualan dibeli calon-calon distributor yang masih penuh harapan yang sebenarnya membayar uang pendaftaran memasuki suatu bisnis yang segera akan mereka tinggalkan. Bukan saja penjualan melalui MLM tidak terlalu berarti di pasar, tetapi kegagalan MLM sebagai model penjualan juga berdampak pada faktor lain yaitu mempertahankan pelanggan.

Sebagian besar langganan MLM akan berhenti membeli barang-barang secepat mereka berhenti mencari "kesempatan bisnis". Tidak ada loyalitas pada merk produk.

Fakta-fakta dasar ini menunjukkan, sebagai model pemasaran, MLM tidaklah menggantikan bentukbentuk pemasaran yang sudah ada. Itu sama sekali tidak menyaingi pendekatan pemasaran yang lain. sebaliknya, MLM mewakili sebuah skema investasi yang menggunakan bahasa pemasaran dan penjualan barang. Produk sebenarnya adalah ke distributoran yang dijual dengan janji-janji penghasilan yang memberi kesan keliru dan dibesar-besarkan. Orang-orang membeli produk agar memperoleh posisi yang aman dalam piramid penjualan. Kemungkinannya selalu dikemukakan bahwa seseorang akan kaya bila tidak dari usaha sendiri akan datang dari orang tak dikenal yang akan bergabung sebagai 'downline,' yang disebut mereka sebagai 'ikan besar'.

Pertumbuhan MLM bukanlah manifestasi dari nilainya kepada ekonomi, pelanggan atau distributor, tetapi dari ketakutan ekonomi dan rasa tidak aman masa kini yang tinggi dan pengharapan yang meningkat akan kemakmuran yang cepat dan mudah. Ini bertumbuh dengan cara yang sama seperti penjualan sehari-hari di bursa saham, perjudian resmi dan undian.

Kebohongan #4 :
MLM adalah sebuah cara hidup yang baru yang menjanjikan kebahagiaan dan pemenuhan harapan. Ini adalah cara untuk mencapai semua hal baik dalam hidup ini.

Kebenaran :
Motivasi yang paling ditonjolkan dalam industri MLM yang dapat dilihat dalam brosur-brosur industri ini dan persentasi pertemuan-pertemuan promosi, adalah sebuah bentuk materialisme yang mencolok. Perusahaan-perusahaan 'Fortune 100 companies' akan merah mukanya bila dibandingkan dengan janji-janji kemakmuran dan kemewahan yang ditawarkan penjual MLM. Janji-janji ini ditawarkan sebagai tiket pribadi menuju pemenuhan harapan hidup mandiri. Promosi MLM yang berlebihan menuju kemakmuran dan kemewahan bertentangan dengan keinginan sebagian besar orang akan pekerjaan yang berarti dan memenuhi bakat dan minat mereka. Pendeknya, budaya bisnis ini menyimpangkan banyak orang dari nilai-nilai dan keinginan pribadi untuk mengungkapkan bakat dan minat mereka yang unik.

Kebohongan #5 :
MLM adalah sebuah gerakan spiritual.

Kebenaran :

Penggunaan konsep spiritual seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatip untuk mempromosikan pendaftaran MLM, penggunaan kata-kata seperti 'persaudaraan' untuk menjelaskan sebuah organisasi penjualan, dan klaim bahwa MLM adalah pemenuhan nubuatan Alkitab tentang prinsip-prinsip Kristiani, adalah penyimpangan dari praktek Kristen yang benar. Mereka yang memusatkan pengharapan dan impian mereka sebagai jawaban atas doa-doa mereka kehilangan pengertian sebenarnya akan arti spiritualitas sebenarnya yang diajarkan oleh agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan besar umat manusia.

Penyalahgunaan prinsip-prinsip spiritual seharusnya menjadi tanda bahwa kesempatan investasi itu menyesatkan. Bila sebuah produk dibungkus dalam bendera atau agama, pembeli harus waspada! 'Kekeluargaan' dan 'dukungan' yang ditawarkan oleh organisasi-organisasi MLM kepada calon-calon anggota baru bergantung sepenuhnya dari penjualan mereka. Bila penjualan dan pemasukan pendaftar baru menurun, begitu juga 'kekeluargaan' itu.

Kebohongan #6 :
Sukses dalam MLM adalah mudah. Teman-teman dan keluarga adalah calon yang alami. Mereka yang mencintai dan mendukung akan menjadi pelanggan seumur hidup.

Kebenaran :
Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan teman atau penggunaan kehangatan hubungan yang dibutuhkan dalam program pemasaran MLM merupakan elemen yang merusak dalam masyarakat dan tidak sehat bagi perorangan yang terlibat. Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan loyalitas persahabatan untuk membangun bisnis dapat menghancurkan fundasi sosial seseorang. Hal itu menekankan hubungan yang tidak akan pernah mengembalikan kepada dasar asli dari cinta, loyalitas dan dukungan. Di atas aspek sosial yang merusak, pengalaman menunjukkan bahwa sedikit manusia menikmati atau menghargai bujukan keluarga dan teman untuk membeli produk yang ditawarkan.

Kebohongan #7 :
Anda dapat mengerjakan bisnis MLM pada waktu senggang. Sebagai bisnis, MLM menawarkan kebebasan yang paling besar dan kebebasan waktu perorangan. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan penghasilan yang cukup berarti dan dapat bertumbuh menjadi penghasilan yang besar, dan menjadikan pekerjaan lainnya tidak diperlukan lagi.

Kebenaran :
Puluhan tahun pengalaman melibatkan jutaan orang membuktikan menghasilkan uang di MLM membutuhkan komitmen waktu yang tidak sedikit termasuk tipu daya, keuletan dan penipuan perorangan. Melebihi diperlukan sedikit kerja keras dan sikap khusus, model bisnis pada dirinya sendiri mengkonsumsi lebih banyak wilayah kehidupan dan waktu seseorang. Dalam MLM, semua orang adalah bakal calon. Setiap waktu bangun adalah waktu yang potensial untuk pemasaran. Tidak ada batasan tempat, orang orang, atau waktu untuk penjualan. Sebagai konsekwensi, tidak ada tempat dan waktu luang atau sekali seseorang bergabung dalam sistem MLM.

Dibalik kedok untuk menghasilkan uang secara mandiri, sistem ini mengontrol dan mendominasi segenap aspek khidupan orang-orang dan membutuhkan keloyalan ketat pada program. Ini terlihat dari kenyataan mengapa begitu banyak orang yang sudah terlibat terlalu dalam akan berakhir dengan kebutuhan dan ketergantungan akan MLM secara mati-matian. Mereka mengasingkan atau membubarkan hubungan-hubungan lain yang berkesinambungan.

Kebohongan #8 :
MLM adalah bisnis baru yang positif dan dapat diandalkan, yang meneguhkan jiwa dan kebebasan pribadi manusia.

Kebenaran :
Brosur-brosur pemasaran MLM menunjukkan kebanyakan pesannya adalah untuk melepaskan rasa takut manusia dan berdasarkan menipuan akan potensi penghasilan. Bujukan sering mencakup ramalam tentang hancurnya bentuk-bentuk distribusi lainnya, disintegrasi tentang ketidak pekaan perusahaan Amerika, dan langkanya kesempatan pada profesi atau lain. Profesi, perdagangan dan bisnis konvensional secara rutin direndahkan dan disalahkan karena tidak menjanjikan 'penghasilan yang tidak terbatas'. Pekerjaan digambarkan sebagai perbudakan bagi mereka 'yang kalah'. MLM digambarkan sebagai harapan terbesar untuk banyak orang. Pendekatan ini, sebagai tambahan penipuan, sering mendatangkan efek yang menakutkan orang-orang yang sebenarnya ingin menggapai visi sukses dan kebahagian mereka yang unik. Kesempatan bisnis yang sehat tidak perlu mendasarkan semangatnya pada ramalan-ramalan dan peringatan-peringatan yang negatip.

Kebohongan #9 :
MLM adalah pilihan terbaik untuk memiliki perusahaan sendiri dan memperoleh kebebasan ekonomis yang sebenarnya.

Kebenaran :
MLM bukan pekerjaan-mandiri yang sebenarnya. 'Memiliki' sebuah kedistributoran MLM adalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang distributornya untuk juga mengembangkan down-line baru. Sebagian besar kontrak MLM memudahkan pemutusan kedistributoran dan cepat bagi perusahaan. Bila terjadi pemutusan, down-lines dapat diambil dengan segala cara. Keanggotaan membutuhkan kepatuhan yang ketat akan model 'duplikasi,' bukan kebebasan pribadi dan individualitas. Distributor MLM bukan pengusaha tetapi peserta dalam sistem hirarki yang kompleks dibawah mana mereka hanya memiliki sedikit kontrol.

Kebohongan #10 :
MLM bukan skema piramid karena menjual produk.

Kebenaran :
Penjualan produk tidak lain hanyalah usaha pengamanan diri terhadap peraturan-peraturan anti-piramid atau praktek-praktek dagang yang tidak jujur yang dikeluarkan oleh undang-undang negara. MLM yang menjual barang-barang yang bermanfaat, produk yang berkwalitas telah berhasil diadili oleh para pejabat negara dibawah undang-undang anti-piramid. MLM adalah bentuk bisnis yang sah hanya dibawah persyaratan yang ketat yang dikeluarkan oleh FTC dan Jaksa Agung. Banyak MLM sekarang melanggar ketentuan itu dan tetap beroperasi hanya karena mereka belum diadili. Peraturan pengadilan yang baru menentukan peraturan 70% untuk menilai sah tidaknya sebuah MLM. Sedikitnya 70% dari barang-barang yang dijual oleh perusahaan MLM harus dijual kepada bukan distributor. Standar ini akan menempatkan sebagian besar perusahaan MLM di luar hukum. MLM terbesar mengaku bahwa hanya 18% penjualannya yang dijual untuk umum non-distributor.

=================================================

Ok, sekilas buat author artikel ini :

Robert L. Fitzpatrick adalah presiden Pyramid Scheme Alert dan mitra-penulis buku False Profits : Seeking Financial and Spiritual Deliverance in Multi-level Marketing and Pyramid Schemes. Ia adalah penerbit THE EAGLE, jurnal kwartalan perihal isu-isu distribusi dalam industri percetakan dan industri (-_-)Paman digital, yang secara sinambung diterbitkan sejak 1981.

Ia adalah penulis beragam tulisan dan monograf tentang pemasaran distributor di industri-industri besar dan menyediakan pelayanan konsultasi langsung kepada banyak perusahaan dan distributor besar termasuk DuPont, Fuji Film USA, Polaroid, dan banyak lainnya. Ia adalah pembicara dalam konperensi-konperensi perdagangan dan perusahaaan di Amerika Serikat dan mancanegara. Ia sewaktu-waktu melayani sebagai saksi-ahli untuk kasus-kasus yang diminta Jaksa Agung atau para distributor dalam menghadapi perusahaan-perusahaan yang dituduh beroperasi menjalankan skema piramid.

sumber : http://www.indocina.net/10-kebohongan-mlm-t21794.html

Sambungannya... (klik disini!)

Monday, 15 June 2009

Iran, Intervensi Barat dan Tak Lakunya Demokrasi

warnet
"Matilah Amerika, matilah Israel..!" teriakan itu yang kerap digaungkan para penggerak revolusi Iran pada 1979 lalu, namun kemarin, minggu 14 juni 2009 negeri para Mullah itu berteriak dengan teriakan yang berbeda "Matilah pelaku kudeta, matilah diktator..!". Sebuah antiklimaks dalam perjalanan 30 tahun terlihat jelas. Teriakan-teriakan itu datang dari para pendukung Muosavi yang berpendapat calon presiden incumbent Ahmadinejad mencuri suara mereka. Mousavi yang mantan perdana menteri diumumkan hanya mendapatkan suara sebanyak lebih dari 9 juta suara, atau sekitar 30% dari total suara yang masuk. Sedangkan rivalnya, Ahmadinejad meraih lebih dari 65% suara.

Poros reformis dan moderat yang mengusung Mousavi tidak dapat menerima kekalahan telak ini, mereka turun ke jalan, membakar ban-ban bekas dan meneriakan penolakan mereka. Kebulatan haluan politik Iran hari itu pecah sudah. Dibelahan benua lain, Hillary Clinton sang Menteri Luar Negeri Amerika berkata kecut "Kami berharap hasil pemilihan presiden mencerminkan kehendak murni rakyat Iran". Menteri yang lebih sering mengurusi negera orang lain ketimbang negaranya sendiri ini, menyinggung proses pemilihan yang menurutnya tidak sesuai kehendak rakyat Iran.


Adapun Deputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon dan Wakil Perdana Menteri ISrael Silvan Shalom menegaskan bahwa kemenangan Ahmadinejad merupakan ancaman besar. Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei justru berpendapat lain, sabtu sore lalu dia justru mengucapkan selamat atas kemenangan Ahmadinejad dan mendesak agar kandidat yang kalah mendukung yang menang. Begitu pula dengan Hugo Chavez, Presiden Venezuela itu berpendapat bahwa kemenangan Ahmadinejad, yang tak tunduk terhadap tekanan Amerika merupakan wujud dari kejayaan bagi seluruh warga dunia sekaliagus membebaskan bangsa-bangsa dari tekanan arogansi global.

Barat dan sebagian pendukungnya di dalam tubuh rakyat Iran seolah-olah men-Tuhankan Demokrasi. Ahmadinejad menuding para diplomat asing dan agen-agennya yang menyusup ke Iran telah melakukan aksi propaganda demi menentang negara. Demokrasi kembali menjadi kemasan propaganda barat, belum lepas dari ingatan kita atas invasi yang dilakukan Amerika terhadap Irak, dengan dalih memusnahkan senjata pemusnah massal, Amerika dan sekutunya justru melakukan pemusnahan terhadap warga Irak yang anti barat. Belakangan terungkap, minyak adalah motif utama Amerika melakukan invasi ke Irak. Akankah Amerika juga memberlakukan langkah yang sama terhadap Iran?, demokrasi merupakan barang dagangan yang sering kali dijajakan Amerika ke negara-negara lain. Seolah-olah Amerika menyatakan bahwa tak ada ideologi lain bagi negara di dunia ini selain demokrasi. Padahal demokrasi yang dijajakan Amerika tak ubahnya bagai sebuah mainan bagi anak kecil yang menangis, setelah tangisnya berhenti maka dia membuang mainan itu. Yang muncul setelah demokrasi justru liberalisasi ekonomi dan neo-imperialisme. Pasca Invasi Amerika ke Irak dan tumbangnya Saddam Hussein, Amerika sukses menciptakan pemerintahan boneka dengan baju demokrasi dan juga menguasai ladang-ladang minyak Irak yang konon mengandung 20% cadangan minyak dunia. Perusahaan-perusahaan minyak Amerika berebut tender untuk mengoperasionalkan kembali ladang-ladang minyak tersebut, Amerika harus berpikir keras untuk mengembalikan biaya invasi-nya ke Irak. Negara boneka pun akhirnya terwujud. Sukses besar yang diraih Amerika di tanah Irak nyatanya tak membuat mereka berpuas diri. Dan tampaknya target berikutnya adalah Iran. Hal ini telah dimulai dengan tudingan yang digembor-gemborkan bahwa Iran memiliki senjata nuklir, motif yang sama dengan apa yang telah Amerika lakukan terhadap Irak.

Kapitalisme, liberalisme dan keserakahan yang tak berujung merupakan inti dari demokrasi yang digaungkan oleh Amerika, alih-alih menjadi polisi dunia justru malah menjadi perampok dunia. Runtuhnya Uni Soviet jelas membuat Amerika besar kepala, tak ada lagi poros yang mampu menandingi kedigdayaan Amerika. Berjalan tanpa lawan yang sepadan membuat Amerika bebas berbuat sesuka hati. Namun tidak demikian dengan Ahmadinejad, dia dengan lantang menolak upaya intervensi Amerika dan barat atas Iran, satu keterbedaan yang jarang dimiliki oleh pemimpin-pemimpin di dunia.

1979, revolusi Islam di Iran memberikan harapan besar bagi pemeluk Islam yang bukan hanya warga Iran untuk dapat tampil dan memberikan contoh bahwa platform berbangsa dan bernegara bukan hanya demokrasi. Ayatullah Ali Khamenei sebagai pemimpin spiritual tertinggi memiliki kekuatan yang lebih atas warga Iran, apapun yang di katakannya adalah titah yang harus dilaksanakan. Ini tak ubahnya Gusdur didalam tubuh NU.

Ali Khamenei dan Ahmadinejad paham betul bahwa jika Presiden Iran berikutnya berhaluan moderat dan dipengaruhi barat dapat dipastikan masa depan Iran tak ubahnya Irak hari ini. Hanya akan menjadi alat dari kepentingan ekonomi Amerika dan para gundiknya. Semoga semua warga Iran dapat memahami apa yang ada dibenak Ali khamenei dan Ahmadinejad, serta tak melulu men-Tuhankan Demokrasi. Karena, seperti apa yang kerap kita lihat di negeri kita sendiri, demokrasi hanya berujung pada pembagian kursi.



>> No Offense Gan ..... just keep posting, di jamin gak repost. <<

Sambungannya... (klik disini!)

Sunday, 7 June 2009

Kesalahan Fatal RS Omni

Kesalahan Fatal RS OMNI

Kasus prita yang mencuat beberapa waktu belakangan ini, tampaknya akan tetap mendapat sorotan publik, setidaknya hingga pengadilan mendapatkan keputusan akhir atas tuntutan pidana dari pihak RS Omni terhadap Prita.

Ada yang menarik untuk dicermati pada kasus ini, RS Omni yang konon katanya berkualitas Internasional melakukan kesalahan fatal ketika mengambil keputusan untuk melakukan tuntutan secara hukum terhadap mantan pasiennya dalam hal ini Ibu Prita Mulyasari. Tindakan RS Omni yang menuntut Prita ternyata kontra-produktif dari tujuan semula, entah karena lemahnya pihak manajemen Omni dalam mengkaji situasi dan langkah yang diambil, atau karena dorongan kuasa hukum (yang sedemikian gembira-nya atas job yang didapat) terhadap pihak manajemen untuk segera mengambil langkah legal atas Prita.


Fenomena kontra-produktif yang terjadi dapat dilihat dari merosotnya jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit tersebut, Direktur RS Omni sempat menyatakan bahwa semenjak kasus Prita ter-ekspos ke publik, jumlah pasien yang berkunjung ke RS Omni turun drastis hingga 50% ... wow fantastis.

Biaya sosial yang harus ditanggung oleh RS ini bukan hanya berhenti disitu. Kita dapat melakukan kalkulasi sederhana, bila pada satu group Facebook yang mendukung Prita dan bersikap tidak percaya terhadap RS Omni berjumlah 200.000 orang, dan bila para member group tersebut adalah personal-personal yang punya andil besar menentukan keputusan dalam keluarga, maka setidaknya ada sekitar 200.000 keluarga atau sekitar 1 juta jiwa (bila satu keluarga itu beranggotakan 5 jiwa) yang tidak akan mempercayakan permasalahan kesehatannya kepada RS Omni.

Pada tradisi dan kultur masyarakat Indonesia, berita dari mulut ke mulut itu adalah suatu pendekatan marketing yang sangat mujarab, orang Indonesia akan lebih percaya apa yang disampaikan teman dekatnya ketimbang harus bersusah payah memahami kata-kata didalam brosur yang terlebih sering kali menggunakan bahasa yang sulit di mengerti.

Bola Salju, yah ini akan menjadi bola salju yang akan terus bergulir.... 200.000 orang mampu memperngaruhi 4 orang teman dekatnya maka 800.000 orang yang akan kembali menjadi agen marketing gratis. Ironisnya ratusan ribu agen marketing itu tidak akan mengangkat citra positif RS Omni, melainkan akan menggiring RS Omni kepada gerbang kehancuran.

Harusnya manajemen RS Omni yang cerdas-cerdas itu mau belajar dari kasus TOP-1 (merk Oli) beberapa waktu lalu. Top-1 juga sempat babak belur dihajar berita miring atas produknya yang berawal dari milis-milis otomotif hingga ocehan para montir bengkel terhadap pemilik kendaraan. Bedanya Top-1 tidak memusuhi pelanggannya.

Langkah cerdas yang diambil Top-1 membuahkan hasil, dengan menyediakan ruang konsultasi online yang dipandu oleh para ahli oli, mereka menepis dugaan kualitas buruk pada produknya, beberapa band papan atas pun digaet untuk memulihkan citra mereka. Sebuah pertarungan bisnis yang cerdas dan bijak.

Tak ada keuntungan apapun dari langkah hukum yang diambil RS Omni terhadap Prita, sekalipun Prita dinyatakan bersalah nantinya. Wajah Omni akan semakin hitam di masyarakat, mereka akan berpikir berkali-kali untuk mempercayakan kesehatan mereka terhadap RS Omni. Bukan kemenangan yang akan diraih RS Omni dari pertarungan ini, justru ini akan membawa Omni pada level bisnis yang paling buruk.

Bina Ratna Kusuma Putri, sang Direktur RS Omni jauh-jauh hari harusnya berpikir untuk apa memasuki arena pertempuran bila tidak dapat memenangkan pertempuran tersebut. Tapi tampaknya untuk berpikir seperti itu sudah terlambat, hal yang paling memungkinkan adalah RS Omni mengakui segala kesalahan yang dilakukan dan mencabut seluruh tuntutan hukum terhadap Prita serta memberikan sanksi tegas terhadap para dokter dan tenaga medis yang melakukan kesalahan. Sehingga masyarakat dapat melihat kesungguhan dan keberpihakan RS Omni terhadap pasien.

Semoga saja, kesalahan berpikir pihak Omni tidak berlanjut....

Sambungannya... (klik disini!)

Tuesday, 2 June 2009

Status pada Facebook Cenderung Narsis

"Nguantuuuukkk,euy!!"
" i love you and i missed you ..."
"baru pulang, seharian muterin jakarta nan macet"
"Bingung, besok mo kemana yah?"


Dan masih banyak lagi status yang dipublish oleh para penggila Facebook hanya untuk sekedar berbagi atau bahkan mencoba menarik perhatian dan komentar teman-temannya.

Menarik perhatian? ya, ini adalah hal yang sangat vital di Facebook ataupun di situs-situs jejaring sosial lainnya. Banyak cara yang dapat dilakukan di Facebook untuk dapat menarik perhatian orang lain (sesama pengguna facebook) mulai dari merubah status dengan intensitas tinggi, memberikan komentar atas status orang lain, membuat notes dengan tema-tema hangat dan terbaru, atau memberikan komentar pada group-group yang diikuti.


Terlepas dari kualitas atas status, komentar, notes dan reply yang dipublish di facebook, intensitas adalah kunci untuk menarik perhatian orang lain. Berkualitas atau tidak sebuah status dan lainnya bukanlah hal penting bagi kebanyakan pengguna facebook, buktikan hal ini dengan memperhatikan status teman-teman anda..!

Bahkan tidak sedikit yang sedemikian gila-nya berupaya keras untuk meng-update status facebook nya setiap 1 jam sekali, itu pun dilakukan dengan sedikit memaksa.... online via ponsel...! ... parahnya lagi orang tersebut mengganti kartu ponselnya dengan kartu yang memberikan fasilitas update status facebook secara gratis...!

Sedemikian keraskah upaya yang harus dilakukan hanya untuk sekedar menarik perhatian orang lain..? bukankah dalam kesehariannya mereka berada ditengah-tengah "orang lain" ? sudah lupakah mereka bahwa mereka adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi secara langsung..? ataukah ini sebuah upaya pembentukan budaya narsisme ? untuk pertanyaan yang terakhir ini saya harus sedikit buka buku .....

Spencer A Rathus dan Jeffrey S. Nevid menyebutkan dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000) bahwa orang yang Narsis memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian. Hal tersebut dapat berupa kekaguman yang berlebihan terhadap wajah sendiri atau dapat pula terhadap bagian tubuh tertentu seperti menyukai bentuk mata, bentuk bibir, betis dsb.

Dari Wikipedia Indonesia, istilah Narsis / Narsisme berasal dari Narcissus atau Narsisus : jatuh cinta terhadap dirinya sendiri, dari mitologi Yunani, dimana seorang lelaki tampan bernama Narcissus menolak cinta peri Echo, sehingga dikutuk untuk mencintai bayangan wajahnya di kolam. Pada akhirnya Narcissus mati dan berubah menjadi bunga bernama sama, Narcissus.

Ciri-ciri orang yang narsis antara lain :
* merasa diri unik dan istimewa,
* kecanduan difoto atau di shooting,
* merasa dirinya sangat penting dan ingin dikenal oleh orang lain,
* suka dipuji dan jika perlu memuji diri sendiri,
* suka berlama lama di depan cermin
* Seseorang yang narsis sering tanpa sadar juga memiliki keinginan untuk memamerkan dirinya sendiri ke-orang lain.

Narsis jelas beda dengan percaya diri, kalau orang yang percaya diri menempatkan dirinya sebagai subjek dan dia tidak terlalu risau dengan pujian orang lain, dia lebih berfokus pada kompetensi dirinya ketimbang harus memamerkan dirinya sendiri.

Sedangkan orang yang narsis justru sebaliknya cenderung berperan sebagai objek, ingin dilihat, dipuji, dan bahkan menyombongkan dirinya dan berharap orang memujinya.

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa orang yang Narsis ternyata adalah seseorang yang terlalu berlebihan dalam mengagumi dirinya sendiri (bahkan saking kagumnya, sampai-sampai secara fisik dia jatuh cinta terhadap dirinya sendiri), hingga akhirnya orang yang narsis cenderung untuk bersikap sombong dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain.

Lantas, kalaulah kita terlalu sering melakukan update status yang isinya melulu tentang diri sendiri, dapatkah dikatakan narsis? Tak perlu saya jawab karena anda tentunya lebih tahu.

Ada manfaatnya juga kalau kita menuruti apa yang dianjurkan oleh CEO Google, Eric Schmidt. "Turn off your computer. You're actually going to have to turn off your phone and discover all that is human around us, matikan komputermu. Matikan juga ponselmu dan perhatikan manusia di sekelilingmu, karena tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memegangi tangan cucumu saat dia berjalan untuk kali pertama." ujarnya.

Apakah ini sebuah upaya yang dipaksakan untuk membentuk budaya narsisme? sehingga setiap orang akan lebih sibuk memperhatikan dirinya sendiri ketimbang orang lain dan lingkungannya? padahal jauh-jauh hari Muhammad SAW telah mengingatkan ... “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”.

Mari kita update status Facebook kita dengan sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain.

0:59 wib, 02/06/09, pojok belakang warnet

Sambungannya... (klik disini!)

Sunday, 31 May 2009

Masuk Bui Karena Menulis Email

Tulisan berikut adalah saduran dari http://blog.tempointeraktif.com/blog/masuk-bui-karena-menulis-email/ pada tanggal 30/05/2009


MAT Bloger mendadak datang dengan paras memerah seperti kerbau disunat. Matanya melotot. Mulutnya berbusa-busa. Tak henti-hentinya dia mengumpat dan memberondongkan sumpah serapah.

“Asem, semprul, sontoloyo. Rumah sakit macam apa itu? Bukannya menolong orang sakit, malah mengirimkan pasien ke penjara,” begitu Mat Bloger melontarkan makian.

Saya kaget. Kenapa Mat Bloger mendadak berang tanpa ada angin dan hujan. Sambil meletakkan koran yang sedang saya baca, saya pun menyapa dia. “Waduh, ada apa gerangan, Mat? Kenapa sampean tiba-tiba marah-marah begini? Kalah taruhan?”


“Bukan, Mas,” jawab Mat Bloger. “Saya marah karena ada ibu rumah tangga yang ditahan gara-gara menulis e-mail.”

“Kok bisa, Mat? Apa masalahnya?”

Mat Bloger lalu menuturkan kisah tentang Prita Mulyasari, yang sejak 13 Mei lalu dititipkan Kejaksaan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Ia menjadi tahanan dalam kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Internasional Omni, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

“Kenapa dia dianggap mencemarkan nama baik, Mat?”

Mat Bloger mengatakan kasus ini bermula dari surat elektronik Prita pada 7 Agustus 2008. Surat itu berisi keluhannya ketika ia dirawat di Omni. Surat yang semula hanya ditujukan ke sebuah mailing list (milis) tersebut ternyata beredar ke pelbagai milis dan forum di Internet, dan diketahui oleh manajemen Rumah Sakit Omni.

PT Sarana Mediatama Internasional, pengelola rumah sakit itu, rupanya menganggap nama baiknya tercemar oleh surat tersebut. Mereka lalu menggugat Prita, baik secara perdata maupun pidana. Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan Prita kalah dalam gugatan perdata. Sedangkan sidang pidananya akan berlangsung pekan depan.

“Terus terang saya merasa prihatin dan bersimpati terhadap Prita, Mas,” kata Mat Bloger. “Saya merasa dia tak layak dihukum seberat itu, bahkan sampai masuk penjara. Ini jelas teror bagi kita, konsumen, yang sering kali diperlakukan tak layak dan tak adil, tapi ketika mengeluh, malah dituduh mencemarkan nama baik.”

“Setuju, Mat. Ini teror. Kita harus melawan. Tapi mungkin juga ada hikmahnya buat kita. Kasus yang dialami Prita bisa menimpa siapa saja, saya atau sampean, juga blogger lain yang kerap menulis keluhan terhadap sebuah produk atau layanan di blognya.

Supaya kita terhindar dari jeratan hukum atau setidaknya mengurangi akibat yang lebih fatal, sampean perlu tahu caranya. Kiat ini penting karena sebagai blogger, sampean tentu tak bisa menghindar dari tuntutan hukum atas segala aktivitas yang sampean publikasikan.

Pertama, sampean tak perlu mencari perhatian dengan membuat judul tulisan yang terlampau provokatif semata-mata demi sensasi dan lonjakan traffic. Cara seperti ini bisa-bisa malah menjadi bumerang untuk kita.

Fokuskan tulisan pada masalah yang sampean alami atau keluhkan, dan bukan terhadap orang/lembaganya. Kritiklah kinerja atau layanan mereka, bukan menjelekkan namanya.

Meski mengritik, sebaiknya sampean juga memberikan solusi. Sampaikan kritik dengan bahasa yang santun agar orang yang dikritik tak merasa terhina dan marah. Lalu jangan segan meminta maaf. Jika kritik atau keluhan sampean ternyata salah, sebaiknya segera meminta maaf.

Terakhir, kalau sampean hendak mengkritik, sebaiknya sampean juga harus siap menerima masukan atau keberatan pembaca. Dengan cara itu, kita mungkin akan terhindar dari komplikasi hukum yang tak perlu.”

Sambungannya... (klik disini!)

Friday, 29 May 2009

UU ITE Kembali Memakan Korban

Prita Mulyasari ditahan oleh Kejaksaan Negeri Tangerang lantaran mengeluhkan pelayanan RS. Omni Internasional di sebuah milis. Ibu rumah tangga dua anak ini dijerat Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh RS Omni Internasional dan dokter yang merawatnya, yaitu dr. Hengky Gosal, SpPD, dan dr Grace Herza Yarlen Nela. Permintaan rekam medis dan keluhan yang tidak ditanggapi dengan baik tersebut telah 'memaksa' Prita menuliskan pengalamannya melalui surat elektronik di Milis. (Sumber: PrimaAir)

Koordinator Divisi Advokasi HAM pada Sekretariat Nasional PBHI, Anggara menilai keluhan Prita dilindungi oleh undang-undang.

"PBHI berpendapat bahwa keluhan tersebut jelas adalah hak konsumen yang dijamin oleh UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan juga Peraturan Menteri Kesehatan No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis tertanggal 12 Maret 2008 telah menjelaskan bahwa Pasien/Konsumen berhak untuk meminta rekam medis," kata Anggara.

PN Tangerang menyatakan Prita Mulyasari bersalah secara perdata. Saat ini Prita sedang menunggu proses penuntutan pidana di Pengadilan Negeri Tangerang yang akan digelar minggu depan dan dipimpin oleh Wakil Ketua PN Tangerang


PBHI menyesalkan sikap Ketua PN Tangerang yang tidak mau menjelaskan isi putusan gugatan perdata yang dimenangkan oleh RS Omni Internasional kepada masyarakat.

PBHI juga meminta penangguhan penahanan Prita demi alasan kemanusiaan. "Lebih luas lagi, mendesak Komnas HAM untuk memantau perkembangan kasus yang menjerat pengguna internet dalam proses pidana pencemaran nama baik," katanya.

Sebelumnya, Iwan Pilliang, seorang wartawan, juga pernah dijerat UU ITE, karena diduga mencemarkan nama baik seorang anggota DPR melalui tulisannya yang disebarkan di internet.

Kasus ini menyeruak beberapa minggu setelah Mahakamah Konstitusi menolak uji materi UU ITE.


::: Berikut ini email yang ditulis oleh sdri. Prita pada sebuah Milis :::

From: prita mulyasari [mailto:prita.mulyasari@...]
Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM
Subject: Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama
anak-anak, lansia dan bayi.
Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International
karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba
pasien, penjualan obat dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi saya mengalami
kejadian ini di RS Omni International.

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi panas tinggi
dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan percaya bahwa RS tersebut
berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan
manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya
27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000, saya diinformasikan dan
ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. Dr. Indah
melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya
dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. Dr. Indah menanyakan dokter
specialist mana yang akan saya gunakan tapi saya meminta referensi darinya
karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr. Indah adalah dr.
Henky. Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan
dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau ijin
pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr.Henky
visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam bukan 27.000
tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?), saya kaget tapi dr. Henky terus
memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan
yang saya tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau keluarga pasien. Saya tanya
kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban
semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat kuatir karena dirumah saya
memiliki 2 anak yang masih batita jadi saya lebih memilih berpikir positif
tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya
ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik
tidak ada keterangan apapun dari suster perawat, dan setiap saya meminta
keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, lebih terkesan suster hanya
menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu box lemari pasien
penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan
minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan
ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan
datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek
dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja.

Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk
memberikan obat berupa suntikan lagi, saya tanyakan ke dokter tersebut saya
sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti
bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap menjelaskan bahwa demam berdarah
tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali
diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak
napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya
berkata menunggu dr. Henky saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus
padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya.

Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan
suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun
janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya
menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang
27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup
saya belum pernah terjadi.

Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya.

Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan, dokter tersebut malah
mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan
menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan
meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama
yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. Dr. Henky menyalahkan bagian lab dan
tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai
membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat namun saya tetap tidak mau
dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi saya membutuhkan data
medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis
yang fiktif.

Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar padahal itu
kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow upnya
samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang
181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan
bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000,
kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah,
dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di
Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang
memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Ogi
(customer service coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima
tersebut hanya ditulis saran bukan complaint, saya benar-benar dipermainkan oleh
Manajemen Omni dengan staff Ogi yang tidak ada service nya sama sekali ke
customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima
pengajuan complaint tertulis.

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi
(customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan
diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan
saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari
lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya saya
diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih
bisa rawat jalan.

Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya
ini tidak profesional samasekali. Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia
mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi
informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr.
Henky namun tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas
(Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan
dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa ini adalah
sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah
membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi impoten dan
perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah
dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah
dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami
sesak napas.

Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya
tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagiih surat hasil lab 27.000 tersebut
namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan
waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu
kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni
memberikan surat tersebut. Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab
compaint dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya
namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang
kerumah saya. Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah
dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah, ini benar-benar kebohongan RS
yang keterlaluan sekali, dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta
disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan
waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat
tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut
Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang
mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan
customer, tidak sesuai dengan standard International yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan
ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas
dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya
menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai
kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan
diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari
sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? karena saya ingin tahu
bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni
mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan
janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah FIKTIF dan yang
sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak
napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani
dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan
asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal
mungkin tapi RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional RS Omni (dr. Bina)
namun saya dan suami saya terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka
dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput
atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan
apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup
untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing,
benar…. tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dpercaya
untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan, semoga Allah
memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali
bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga
sakit dan membutuhkan medis, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami
di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau
dokter atau Manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr.
Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi
perusahaan Anda.

Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan
RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

salam,
Prita Mulyasari



::: Semoga ini bukan pembungkaman atas buruknya kualitas pelayanan publik :::

Sambungannya... (klik disini!)