Monday, 12 October 2009

"Burst" pada Simple Queue

Lama waktu ideal untuk mengakses sebuah situs harusnya tidaklah lebih dari 10 hitungan jari atau 10 detik. Hal ini diperlukan untuk memberikan kenyamanan bagi user dalam melakukan aktivitas browsing. Maka tak ada salahnya kita memberikan aliran b/w yang cukup besar pada 10 detik pertama, dan selanjutnya kita batasi untuk memberikan kesempatan user lain.

Burst pada simple Queue bertujuan untuk mengijinkan aliran data tertinggi untuk beberapa periode waktu. Fasilitas ini berguna untuk membatasi pemakaian b/w secara berlebihan dan terus menerus bagi user-user yang rakus akan b/w. Hanya pada beberapa periode waktu tertentu sajalah user mendapatkan jatah b/w yang cukup besar.


Pada fitur Burst terdapat beberapa variabel yang harus ditentukan nilainya, antara lain Burst Limit, Burst Threshold dan Burst Time. Yang perlu diperhatikan adalah, jika rata-rata aliran data lebih rendah dari "Burst Threshold", Burst akan secara aktual mengikuti "Burst Limit", dimana setiap detik router akan menghitung rata-rata data yang dicapai melalui burst time yang terakhir. Perhatikan gambar berikut :

Burst,mikrotik,warnet

Burst,Mikrotik,Warnet

Burst,Mikrotik,Warnet

Cobalah untuk memberikan nilai pada masing-masing variabel burst dan lakukan pengamatan. Selamat mencoba..!

Sambungannya... (klik disini!)

Sunday, 16 August 2009

10 Kebohongan MLM!!!

Kebohongan #1 :
MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar dibandingkan dengan model bisnis dan profesional konvensional lainnya.

Kebenaran :
Bagi kebanyakan investor MLM praktek ini akan merupakan kerugian. Ini bukan pendapat, tetapi kenyataan sejarah. Timbanglah beberapa contoh penting yang terjadi pada MLM besar berikut:

Dalam MLM yang terbesar, Amway, hanya 1/2 persen dari semua distributor menjadi basis langsung sebagai distributor, dan pendapatan rata-rata semua distributor adalah $40 sebulan. Ini adalah pendapatan kotor sebelum dikenai pajak dan ongkos-ongkos. Bila biaya dijadikan faktornya, sudah jelas bahwa hampir semua mengalami kerugian. Menjadikannya agar memasarkan secara 'langsung' bagaimanapun bukanlah karcis menuju keuntungan, tetapi menuju kerugian yang lebih besar lagi.


Ketika Jaksa Agung Wisconsin mengajukan tuntutan kepada Amway, pajak dari semua distributor di Amerika Serikat menunjukkan rata-rata kehilangan $918 bersih untuk pemerintah. Penjualan yang luar biasa dan kegagalan pemasaran menjadi faktor utama dari kegagalan ini, namun walaupun bisnis ini lebih layak, perhitungan matematik saja sudah akan membatasi kesempatan demikian.

Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menunjang sekelompok kecil pemenang. Bila satu orang membutuhkan 1.000 orang down-line untuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan, dan 1.000 orang itu membutuhkan satu juta orang untuk mengulangi sukses yang sama, berapa banyak orang sebenarnya yang dapat bergabung sebagai anggota ?

Kebanyakan dari yang disebut pertumbuhan pada dasarnya adalah pengulangan dari terkecohnya pendaftar-pendaftar baru. Uang untuk pemenang yang sedikit diperoleh dari banyak pendaftar-pendaftar baru yang masuk secara terus menerus.

Kebanyakan mereka yang rugi dalam MLM akan keluar pada tahun pertama. Pada pengadilan Melaleuca di tahun 1999, salah satu dari MLM besar di Amerika Serikat, perusahaan itu mengaku mencapai tingkat pengumpulan tertinggi diantara para distributor industri MLM. Tingkat drop-out Melaleuca adalah 5.5% per bulan. Ini berarti sekitar 60% per tahun bila drop out diganti setiap bulan.

Dalam laporan tahunan kepada SEC, Pre-Paid Legal, MLM besar lainnya, terungkap bahwa lebih dari setengah pelanggan dan distributor berhenti setiap tahun dan digantikan oleh kelompok lain yang masih memiliki pengharapan akan bisnis ini.

Pola yang mencapai 50-70% dari semua distributor dalam setahun juga berlaku untuk NuSkin, industri kedua terbesar dalam MLM. NuSkin juga menunjukkan contoh dimana hanya kecil sekali persentasi distributor yang memperoleh keuntungan mayoritas komisi perusahaan. Di tahun 1998, NuSkin membayarkan 2/3 dari seluruh komisinya kepada hanya 200 upliners dari 63,000 distributor yang "aktif". Uang yang mereka terima diperoleh langsung dari investasi yang tidak menguntungkan dari 99,7% lainnya.

Di tahun 1995, Excel Communications, MLM "yang cepat berkembang" lainnya, melaporkan kepada pejabat adanya 86% tingkat pergantian distributor dan 48% tingkat drop-out pelanggan.

Untuk mengaburkan angka-angka keanggotaan yang suram, beberapa MLM membagi para distributor dalam dua kelas, "aktif" dan "pasif". Kelompok Aktif mencakup hanya para anggota baru dan mereka yang masih membeli produk-produk atau menerima komisi.

Statistik pembayaran dan penerimaan komisi hanya terbatas pada mereka yang termasuk "golongan Aktif". Bila SEMUA distributor yang terlibat dimasukkan, kerugian dan penghasilan rata-rata akan makin terungkap lebih buruk lagi. Dan, bila semua distributor yang terdaftar dan keluar dalam beberapa tahun dimasukkan, mujizat sukses bagi distributor / investor baru akan terlihat rendah sekali. Namun, perusahaan perusahaan demikian akan tetap mempromosikan bisnis mereka sebagai "kesempatan seumur hidup" dengan "pontensi yang tidak terbatas."

Kebohongan #2 :
Pemasaran Jaringan adalah cara yang paling populer dan efektif untuk memasarkan produk ke pasar. Pelanggan menyukai membeli produk dengan dasar satu-kepada-satu dalam model MLM.

Kebenaran :
Bila kita melepaskan MLM dari aktivitas resmi penjualan ke-distributoran yang terus menerus, yaitu cara penjualan eceran atas dasar satu-kepada-satu produk kepada pelanggan, kita akan menjumpai sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis diatas mana seluruh struktur bertumpu. Penjualan secara pribadi adalah hal masa lalu, bukan gelombang masa depan.

Menjual secara eceran secara langsung kepada teman-teman atas dasar satu-kepada-satu menuntut orang-orang untuk secara drastis mengubah kebiasaan belanja mereka. Mereka harus membatasi pilihan mereka, sering harus membayar lebih untuk barang barang, membeli dengan enggan, dan secara janggal melakukan transaksi dengan teman dekat dan keluarga. Pengeceran dari pintu-ke-pintu yang tidak layak itulah sebenarnya MLM, dalam kenyataan, MLM adalah sebuah bisnis yang hanya menjual kesempatan untuk merekrut distributor baru.

Kebohongan #3 :
Pada akhirnya semua barang akan dijual dengan MLM, sebuah bentuk pemasaran yang baru. Toko-toko eceran, mal-mal, katalog dan sebagian besar iklan oleh MLM akan segera dianggap tidak lagi diperlukan.

Kebenaran :
MLM bukan hal baru. Itu sudah muncul sejak akhir dasawarsa 1960-an. Kenyataannya, saat ini hanya mencapai kurang dari satu persen penjualan eceran di Amerika Serikat. Menurut Departemen Perdagangan Amerika Serikat, di tahun 2000, jumlah penjualan eceran adalah $3.232 triliun dan jumlah penjualan melalui MLM hanya sekitar $10 milyar.

Jumlah ini hanya sekitar sepertiga persen dan sebagian besar penjualan dibeli calon-calon distributor yang masih penuh harapan yang sebenarnya membayar uang pendaftaran memasuki suatu bisnis yang segera akan mereka tinggalkan. Bukan saja penjualan melalui MLM tidak terlalu berarti di pasar, tetapi kegagalan MLM sebagai model penjualan juga berdampak pada faktor lain yaitu mempertahankan pelanggan.

Sebagian besar langganan MLM akan berhenti membeli barang-barang secepat mereka berhenti mencari "kesempatan bisnis". Tidak ada loyalitas pada merk produk.

Fakta-fakta dasar ini menunjukkan, sebagai model pemasaran, MLM tidaklah menggantikan bentukbentuk pemasaran yang sudah ada. Itu sama sekali tidak menyaingi pendekatan pemasaran yang lain. sebaliknya, MLM mewakili sebuah skema investasi yang menggunakan bahasa pemasaran dan penjualan barang. Produk sebenarnya adalah ke distributoran yang dijual dengan janji-janji penghasilan yang memberi kesan keliru dan dibesar-besarkan. Orang-orang membeli produk agar memperoleh posisi yang aman dalam piramid penjualan. Kemungkinannya selalu dikemukakan bahwa seseorang akan kaya bila tidak dari usaha sendiri akan datang dari orang tak dikenal yang akan bergabung sebagai 'downline,' yang disebut mereka sebagai 'ikan besar'.

Pertumbuhan MLM bukanlah manifestasi dari nilainya kepada ekonomi, pelanggan atau distributor, tetapi dari ketakutan ekonomi dan rasa tidak aman masa kini yang tinggi dan pengharapan yang meningkat akan kemakmuran yang cepat dan mudah. Ini bertumbuh dengan cara yang sama seperti penjualan sehari-hari di bursa saham, perjudian resmi dan undian.

Kebohongan #4 :
MLM adalah sebuah cara hidup yang baru yang menjanjikan kebahagiaan dan pemenuhan harapan. Ini adalah cara untuk mencapai semua hal baik dalam hidup ini.

Kebenaran :
Motivasi yang paling ditonjolkan dalam industri MLM yang dapat dilihat dalam brosur-brosur industri ini dan persentasi pertemuan-pertemuan promosi, adalah sebuah bentuk materialisme yang mencolok. Perusahaan-perusahaan 'Fortune 100 companies' akan merah mukanya bila dibandingkan dengan janji-janji kemakmuran dan kemewahan yang ditawarkan penjual MLM. Janji-janji ini ditawarkan sebagai tiket pribadi menuju pemenuhan harapan hidup mandiri. Promosi MLM yang berlebihan menuju kemakmuran dan kemewahan bertentangan dengan keinginan sebagian besar orang akan pekerjaan yang berarti dan memenuhi bakat dan minat mereka. Pendeknya, budaya bisnis ini menyimpangkan banyak orang dari nilai-nilai dan keinginan pribadi untuk mengungkapkan bakat dan minat mereka yang unik.

Kebohongan #5 :
MLM adalah sebuah gerakan spiritual.

Kebenaran :

Penggunaan konsep spiritual seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatip untuk mempromosikan pendaftaran MLM, penggunaan kata-kata seperti 'persaudaraan' untuk menjelaskan sebuah organisasi penjualan, dan klaim bahwa MLM adalah pemenuhan nubuatan Alkitab tentang prinsip-prinsip Kristiani, adalah penyimpangan dari praktek Kristen yang benar. Mereka yang memusatkan pengharapan dan impian mereka sebagai jawaban atas doa-doa mereka kehilangan pengertian sebenarnya akan arti spiritualitas sebenarnya yang diajarkan oleh agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan besar umat manusia.

Penyalahgunaan prinsip-prinsip spiritual seharusnya menjadi tanda bahwa kesempatan investasi itu menyesatkan. Bila sebuah produk dibungkus dalam bendera atau agama, pembeli harus waspada! 'Kekeluargaan' dan 'dukungan' yang ditawarkan oleh organisasi-organisasi MLM kepada calon-calon anggota baru bergantung sepenuhnya dari penjualan mereka. Bila penjualan dan pemasukan pendaftar baru menurun, begitu juga 'kekeluargaan' itu.

Kebohongan #6 :
Sukses dalam MLM adalah mudah. Teman-teman dan keluarga adalah calon yang alami. Mereka yang mencintai dan mendukung akan menjadi pelanggan seumur hidup.

Kebenaran :
Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan teman atau penggunaan kehangatan hubungan yang dibutuhkan dalam program pemasaran MLM merupakan elemen yang merusak dalam masyarakat dan tidak sehat bagi perorangan yang terlibat. Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan loyalitas persahabatan untuk membangun bisnis dapat menghancurkan fundasi sosial seseorang. Hal itu menekankan hubungan yang tidak akan pernah mengembalikan kepada dasar asli dari cinta, loyalitas dan dukungan. Di atas aspek sosial yang merusak, pengalaman menunjukkan bahwa sedikit manusia menikmati atau menghargai bujukan keluarga dan teman untuk membeli produk yang ditawarkan.

Kebohongan #7 :
Anda dapat mengerjakan bisnis MLM pada waktu senggang. Sebagai bisnis, MLM menawarkan kebebasan yang paling besar dan kebebasan waktu perorangan. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan penghasilan yang cukup berarti dan dapat bertumbuh menjadi penghasilan yang besar, dan menjadikan pekerjaan lainnya tidak diperlukan lagi.

Kebenaran :
Puluhan tahun pengalaman melibatkan jutaan orang membuktikan menghasilkan uang di MLM membutuhkan komitmen waktu yang tidak sedikit termasuk tipu daya, keuletan dan penipuan perorangan. Melebihi diperlukan sedikit kerja keras dan sikap khusus, model bisnis pada dirinya sendiri mengkonsumsi lebih banyak wilayah kehidupan dan waktu seseorang. Dalam MLM, semua orang adalah bakal calon. Setiap waktu bangun adalah waktu yang potensial untuk pemasaran. Tidak ada batasan tempat, orang orang, atau waktu untuk penjualan. Sebagai konsekwensi, tidak ada tempat dan waktu luang atau sekali seseorang bergabung dalam sistem MLM.

Dibalik kedok untuk menghasilkan uang secara mandiri, sistem ini mengontrol dan mendominasi segenap aspek khidupan orang-orang dan membutuhkan keloyalan ketat pada program. Ini terlihat dari kenyataan mengapa begitu banyak orang yang sudah terlibat terlalu dalam akan berakhir dengan kebutuhan dan ketergantungan akan MLM secara mati-matian. Mereka mengasingkan atau membubarkan hubungan-hubungan lain yang berkesinambungan.

Kebohongan #8 :
MLM adalah bisnis baru yang positif dan dapat diandalkan, yang meneguhkan jiwa dan kebebasan pribadi manusia.

Kebenaran :
Brosur-brosur pemasaran MLM menunjukkan kebanyakan pesannya adalah untuk melepaskan rasa takut manusia dan berdasarkan menipuan akan potensi penghasilan. Bujukan sering mencakup ramalam tentang hancurnya bentuk-bentuk distribusi lainnya, disintegrasi tentang ketidak pekaan perusahaan Amerika, dan langkanya kesempatan pada profesi atau lain. Profesi, perdagangan dan bisnis konvensional secara rutin direndahkan dan disalahkan karena tidak menjanjikan 'penghasilan yang tidak terbatas'. Pekerjaan digambarkan sebagai perbudakan bagi mereka 'yang kalah'. MLM digambarkan sebagai harapan terbesar untuk banyak orang. Pendekatan ini, sebagai tambahan penipuan, sering mendatangkan efek yang menakutkan orang-orang yang sebenarnya ingin menggapai visi sukses dan kebahagian mereka yang unik. Kesempatan bisnis yang sehat tidak perlu mendasarkan semangatnya pada ramalan-ramalan dan peringatan-peringatan yang negatip.

Kebohongan #9 :
MLM adalah pilihan terbaik untuk memiliki perusahaan sendiri dan memperoleh kebebasan ekonomis yang sebenarnya.

Kebenaran :
MLM bukan pekerjaan-mandiri yang sebenarnya. 'Memiliki' sebuah kedistributoran MLM adalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang distributornya untuk juga mengembangkan down-line baru. Sebagian besar kontrak MLM memudahkan pemutusan kedistributoran dan cepat bagi perusahaan. Bila terjadi pemutusan, down-lines dapat diambil dengan segala cara. Keanggotaan membutuhkan kepatuhan yang ketat akan model 'duplikasi,' bukan kebebasan pribadi dan individualitas. Distributor MLM bukan pengusaha tetapi peserta dalam sistem hirarki yang kompleks dibawah mana mereka hanya memiliki sedikit kontrol.

Kebohongan #10 :
MLM bukan skema piramid karena menjual produk.

Kebenaran :
Penjualan produk tidak lain hanyalah usaha pengamanan diri terhadap peraturan-peraturan anti-piramid atau praktek-praktek dagang yang tidak jujur yang dikeluarkan oleh undang-undang negara. MLM yang menjual barang-barang yang bermanfaat, produk yang berkwalitas telah berhasil diadili oleh para pejabat negara dibawah undang-undang anti-piramid. MLM adalah bentuk bisnis yang sah hanya dibawah persyaratan yang ketat yang dikeluarkan oleh FTC dan Jaksa Agung. Banyak MLM sekarang melanggar ketentuan itu dan tetap beroperasi hanya karena mereka belum diadili. Peraturan pengadilan yang baru menentukan peraturan 70% untuk menilai sah tidaknya sebuah MLM. Sedikitnya 70% dari barang-barang yang dijual oleh perusahaan MLM harus dijual kepada bukan distributor. Standar ini akan menempatkan sebagian besar perusahaan MLM di luar hukum. MLM terbesar mengaku bahwa hanya 18% penjualannya yang dijual untuk umum non-distributor.

=================================================

Ok, sekilas buat author artikel ini :

Robert L. Fitzpatrick adalah presiden Pyramid Scheme Alert dan mitra-penulis buku False Profits : Seeking Financial and Spiritual Deliverance in Multi-level Marketing and Pyramid Schemes. Ia adalah penerbit THE EAGLE, jurnal kwartalan perihal isu-isu distribusi dalam industri percetakan dan industri (-_-)Paman digital, yang secara sinambung diterbitkan sejak 1981.

Ia adalah penulis beragam tulisan dan monograf tentang pemasaran distributor di industri-industri besar dan menyediakan pelayanan konsultasi langsung kepada banyak perusahaan dan distributor besar termasuk DuPont, Fuji Film USA, Polaroid, dan banyak lainnya. Ia adalah pembicara dalam konperensi-konperensi perdagangan dan perusahaaan di Amerika Serikat dan mancanegara. Ia sewaktu-waktu melayani sebagai saksi-ahli untuk kasus-kasus yang diminta Jaksa Agung atau para distributor dalam menghadapi perusahaan-perusahaan yang dituduh beroperasi menjalankan skema piramid.

sumber : http://www.indocina.net/10-kebohongan-mlm-t21794.html

Sambungannya... (klik disini!)

Monday, 15 June 2009

Iran, Intervensi Barat dan Tak Lakunya Demokrasi

warnet
"Matilah Amerika, matilah Israel..!" teriakan itu yang kerap digaungkan para penggerak revolusi Iran pada 1979 lalu, namun kemarin, minggu 14 juni 2009 negeri para Mullah itu berteriak dengan teriakan yang berbeda "Matilah pelaku kudeta, matilah diktator..!". Sebuah antiklimaks dalam perjalanan 30 tahun terlihat jelas. Teriakan-teriakan itu datang dari para pendukung Muosavi yang berpendapat calon presiden incumbent Ahmadinejad mencuri suara mereka. Mousavi yang mantan perdana menteri diumumkan hanya mendapatkan suara sebanyak lebih dari 9 juta suara, atau sekitar 30% dari total suara yang masuk. Sedangkan rivalnya, Ahmadinejad meraih lebih dari 65% suara.

Poros reformis dan moderat yang mengusung Mousavi tidak dapat menerima kekalahan telak ini, mereka turun ke jalan, membakar ban-ban bekas dan meneriakan penolakan mereka. Kebulatan haluan politik Iran hari itu pecah sudah. Dibelahan benua lain, Hillary Clinton sang Menteri Luar Negeri Amerika berkata kecut "Kami berharap hasil pemilihan presiden mencerminkan kehendak murni rakyat Iran". Menteri yang lebih sering mengurusi negera orang lain ketimbang negaranya sendiri ini, menyinggung proses pemilihan yang menurutnya tidak sesuai kehendak rakyat Iran.


Adapun Deputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon dan Wakil Perdana Menteri ISrael Silvan Shalom menegaskan bahwa kemenangan Ahmadinejad merupakan ancaman besar. Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei justru berpendapat lain, sabtu sore lalu dia justru mengucapkan selamat atas kemenangan Ahmadinejad dan mendesak agar kandidat yang kalah mendukung yang menang. Begitu pula dengan Hugo Chavez, Presiden Venezuela itu berpendapat bahwa kemenangan Ahmadinejad, yang tak tunduk terhadap tekanan Amerika merupakan wujud dari kejayaan bagi seluruh warga dunia sekaliagus membebaskan bangsa-bangsa dari tekanan arogansi global.

Barat dan sebagian pendukungnya di dalam tubuh rakyat Iran seolah-olah men-Tuhankan Demokrasi. Ahmadinejad menuding para diplomat asing dan agen-agennya yang menyusup ke Iran telah melakukan aksi propaganda demi menentang negara. Demokrasi kembali menjadi kemasan propaganda barat, belum lepas dari ingatan kita atas invasi yang dilakukan Amerika terhadap Irak, dengan dalih memusnahkan senjata pemusnah massal, Amerika dan sekutunya justru melakukan pemusnahan terhadap warga Irak yang anti barat. Belakangan terungkap, minyak adalah motif utama Amerika melakukan invasi ke Irak. Akankah Amerika juga memberlakukan langkah yang sama terhadap Iran?, demokrasi merupakan barang dagangan yang sering kali dijajakan Amerika ke negara-negara lain. Seolah-olah Amerika menyatakan bahwa tak ada ideologi lain bagi negara di dunia ini selain demokrasi. Padahal demokrasi yang dijajakan Amerika tak ubahnya bagai sebuah mainan bagi anak kecil yang menangis, setelah tangisnya berhenti maka dia membuang mainan itu. Yang muncul setelah demokrasi justru liberalisasi ekonomi dan neo-imperialisme. Pasca Invasi Amerika ke Irak dan tumbangnya Saddam Hussein, Amerika sukses menciptakan pemerintahan boneka dengan baju demokrasi dan juga menguasai ladang-ladang minyak Irak yang konon mengandung 20% cadangan minyak dunia. Perusahaan-perusahaan minyak Amerika berebut tender untuk mengoperasionalkan kembali ladang-ladang minyak tersebut, Amerika harus berpikir keras untuk mengembalikan biaya invasi-nya ke Irak. Negara boneka pun akhirnya terwujud. Sukses besar yang diraih Amerika di tanah Irak nyatanya tak membuat mereka berpuas diri. Dan tampaknya target berikutnya adalah Iran. Hal ini telah dimulai dengan tudingan yang digembor-gemborkan bahwa Iran memiliki senjata nuklir, motif yang sama dengan apa yang telah Amerika lakukan terhadap Irak.

Kapitalisme, liberalisme dan keserakahan yang tak berujung merupakan inti dari demokrasi yang digaungkan oleh Amerika, alih-alih menjadi polisi dunia justru malah menjadi perampok dunia. Runtuhnya Uni Soviet jelas membuat Amerika besar kepala, tak ada lagi poros yang mampu menandingi kedigdayaan Amerika. Berjalan tanpa lawan yang sepadan membuat Amerika bebas berbuat sesuka hati. Namun tidak demikian dengan Ahmadinejad, dia dengan lantang menolak upaya intervensi Amerika dan barat atas Iran, satu keterbedaan yang jarang dimiliki oleh pemimpin-pemimpin di dunia.

1979, revolusi Islam di Iran memberikan harapan besar bagi pemeluk Islam yang bukan hanya warga Iran untuk dapat tampil dan memberikan contoh bahwa platform berbangsa dan bernegara bukan hanya demokrasi. Ayatullah Ali Khamenei sebagai pemimpin spiritual tertinggi memiliki kekuatan yang lebih atas warga Iran, apapun yang di katakannya adalah titah yang harus dilaksanakan. Ini tak ubahnya Gusdur didalam tubuh NU.

Ali Khamenei dan Ahmadinejad paham betul bahwa jika Presiden Iran berikutnya berhaluan moderat dan dipengaruhi barat dapat dipastikan masa depan Iran tak ubahnya Irak hari ini. Hanya akan menjadi alat dari kepentingan ekonomi Amerika dan para gundiknya. Semoga semua warga Iran dapat memahami apa yang ada dibenak Ali khamenei dan Ahmadinejad, serta tak melulu men-Tuhankan Demokrasi. Karena, seperti apa yang kerap kita lihat di negeri kita sendiri, demokrasi hanya berujung pada pembagian kursi.



>> No Offense Gan ..... just keep posting, di jamin gak repost. <<

Sambungannya... (klik disini!)

Sunday, 7 June 2009

Kesalahan Fatal RS Omni

Kesalahan Fatal RS OMNI

Kasus prita yang mencuat beberapa waktu belakangan ini, tampaknya akan tetap mendapat sorotan publik, setidaknya hingga pengadilan mendapatkan keputusan akhir atas tuntutan pidana dari pihak RS Omni terhadap Prita.

Ada yang menarik untuk dicermati pada kasus ini, RS Omni yang konon katanya berkualitas Internasional melakukan kesalahan fatal ketika mengambil keputusan untuk melakukan tuntutan secara hukum terhadap mantan pasiennya dalam hal ini Ibu Prita Mulyasari. Tindakan RS Omni yang menuntut Prita ternyata kontra-produktif dari tujuan semula, entah karena lemahnya pihak manajemen Omni dalam mengkaji situasi dan langkah yang diambil, atau karena dorongan kuasa hukum (yang sedemikian gembira-nya atas job yang didapat) terhadap pihak manajemen untuk segera mengambil langkah legal atas Prita.


Fenomena kontra-produktif yang terjadi dapat dilihat dari merosotnya jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit tersebut, Direktur RS Omni sempat menyatakan bahwa semenjak kasus Prita ter-ekspos ke publik, jumlah pasien yang berkunjung ke RS Omni turun drastis hingga 50% ... wow fantastis.

Biaya sosial yang harus ditanggung oleh RS ini bukan hanya berhenti disitu. Kita dapat melakukan kalkulasi sederhana, bila pada satu group Facebook yang mendukung Prita dan bersikap tidak percaya terhadap RS Omni berjumlah 200.000 orang, dan bila para member group tersebut adalah personal-personal yang punya andil besar menentukan keputusan dalam keluarga, maka setidaknya ada sekitar 200.000 keluarga atau sekitar 1 juta jiwa (bila satu keluarga itu beranggotakan 5 jiwa) yang tidak akan mempercayakan permasalahan kesehatannya kepada RS Omni.

Pada tradisi dan kultur masyarakat Indonesia, berita dari mulut ke mulut itu adalah suatu pendekatan marketing yang sangat mujarab, orang Indonesia akan lebih percaya apa yang disampaikan teman dekatnya ketimbang harus bersusah payah memahami kata-kata didalam brosur yang terlebih sering kali menggunakan bahasa yang sulit di mengerti.

Bola Salju, yah ini akan menjadi bola salju yang akan terus bergulir.... 200.000 orang mampu memperngaruhi 4 orang teman dekatnya maka 800.000 orang yang akan kembali menjadi agen marketing gratis. Ironisnya ratusan ribu agen marketing itu tidak akan mengangkat citra positif RS Omni, melainkan akan menggiring RS Omni kepada gerbang kehancuran.

Harusnya manajemen RS Omni yang cerdas-cerdas itu mau belajar dari kasus TOP-1 (merk Oli) beberapa waktu lalu. Top-1 juga sempat babak belur dihajar berita miring atas produknya yang berawal dari milis-milis otomotif hingga ocehan para montir bengkel terhadap pemilik kendaraan. Bedanya Top-1 tidak memusuhi pelanggannya.

Langkah cerdas yang diambil Top-1 membuahkan hasil, dengan menyediakan ruang konsultasi online yang dipandu oleh para ahli oli, mereka menepis dugaan kualitas buruk pada produknya, beberapa band papan atas pun digaet untuk memulihkan citra mereka. Sebuah pertarungan bisnis yang cerdas dan bijak.

Tak ada keuntungan apapun dari langkah hukum yang diambil RS Omni terhadap Prita, sekalipun Prita dinyatakan bersalah nantinya. Wajah Omni akan semakin hitam di masyarakat, mereka akan berpikir berkali-kali untuk mempercayakan kesehatan mereka terhadap RS Omni. Bukan kemenangan yang akan diraih RS Omni dari pertarungan ini, justru ini akan membawa Omni pada level bisnis yang paling buruk.

Bina Ratna Kusuma Putri, sang Direktur RS Omni jauh-jauh hari harusnya berpikir untuk apa memasuki arena pertempuran bila tidak dapat memenangkan pertempuran tersebut. Tapi tampaknya untuk berpikir seperti itu sudah terlambat, hal yang paling memungkinkan adalah RS Omni mengakui segala kesalahan yang dilakukan dan mencabut seluruh tuntutan hukum terhadap Prita serta memberikan sanksi tegas terhadap para dokter dan tenaga medis yang melakukan kesalahan. Sehingga masyarakat dapat melihat kesungguhan dan keberpihakan RS Omni terhadap pasien.

Semoga saja, kesalahan berpikir pihak Omni tidak berlanjut....

Sambungannya... (klik disini!)

Tuesday, 2 June 2009

Status pada Facebook Cenderung Narsis

"Nguantuuuukkk,euy!!"
" i love you and i missed you ..."
"baru pulang, seharian muterin jakarta nan macet"
"Bingung, besok mo kemana yah?"


Dan masih banyak lagi status yang dipublish oleh para penggila Facebook hanya untuk sekedar berbagi atau bahkan mencoba menarik perhatian dan komentar teman-temannya.

Menarik perhatian? ya, ini adalah hal yang sangat vital di Facebook ataupun di situs-situs jejaring sosial lainnya. Banyak cara yang dapat dilakukan di Facebook untuk dapat menarik perhatian orang lain (sesama pengguna facebook) mulai dari merubah status dengan intensitas tinggi, memberikan komentar atas status orang lain, membuat notes dengan tema-tema hangat dan terbaru, atau memberikan komentar pada group-group yang diikuti.


Terlepas dari kualitas atas status, komentar, notes dan reply yang dipublish di facebook, intensitas adalah kunci untuk menarik perhatian orang lain. Berkualitas atau tidak sebuah status dan lainnya bukanlah hal penting bagi kebanyakan pengguna facebook, buktikan hal ini dengan memperhatikan status teman-teman anda..!

Bahkan tidak sedikit yang sedemikian gila-nya berupaya keras untuk meng-update status facebook nya setiap 1 jam sekali, itu pun dilakukan dengan sedikit memaksa.... online via ponsel...! ... parahnya lagi orang tersebut mengganti kartu ponselnya dengan kartu yang memberikan fasilitas update status facebook secara gratis...!

Sedemikian keraskah upaya yang harus dilakukan hanya untuk sekedar menarik perhatian orang lain..? bukankah dalam kesehariannya mereka berada ditengah-tengah "orang lain" ? sudah lupakah mereka bahwa mereka adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi secara langsung..? ataukah ini sebuah upaya pembentukan budaya narsisme ? untuk pertanyaan yang terakhir ini saya harus sedikit buka buku .....

Spencer A Rathus dan Jeffrey S. Nevid menyebutkan dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000) bahwa orang yang Narsis memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian. Hal tersebut dapat berupa kekaguman yang berlebihan terhadap wajah sendiri atau dapat pula terhadap bagian tubuh tertentu seperti menyukai bentuk mata, bentuk bibir, betis dsb.

Dari Wikipedia Indonesia, istilah Narsis / Narsisme berasal dari Narcissus atau Narsisus : jatuh cinta terhadap dirinya sendiri, dari mitologi Yunani, dimana seorang lelaki tampan bernama Narcissus menolak cinta peri Echo, sehingga dikutuk untuk mencintai bayangan wajahnya di kolam. Pada akhirnya Narcissus mati dan berubah menjadi bunga bernama sama, Narcissus.

Ciri-ciri orang yang narsis antara lain :
* merasa diri unik dan istimewa,
* kecanduan difoto atau di shooting,
* merasa dirinya sangat penting dan ingin dikenal oleh orang lain,
* suka dipuji dan jika perlu memuji diri sendiri,
* suka berlama lama di depan cermin
* Seseorang yang narsis sering tanpa sadar juga memiliki keinginan untuk memamerkan dirinya sendiri ke-orang lain.

Narsis jelas beda dengan percaya diri, kalau orang yang percaya diri menempatkan dirinya sebagai subjek dan dia tidak terlalu risau dengan pujian orang lain, dia lebih berfokus pada kompetensi dirinya ketimbang harus memamerkan dirinya sendiri.

Sedangkan orang yang narsis justru sebaliknya cenderung berperan sebagai objek, ingin dilihat, dipuji, dan bahkan menyombongkan dirinya dan berharap orang memujinya.

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa orang yang Narsis ternyata adalah seseorang yang terlalu berlebihan dalam mengagumi dirinya sendiri (bahkan saking kagumnya, sampai-sampai secara fisik dia jatuh cinta terhadap dirinya sendiri), hingga akhirnya orang yang narsis cenderung untuk bersikap sombong dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain.

Lantas, kalaulah kita terlalu sering melakukan update status yang isinya melulu tentang diri sendiri, dapatkah dikatakan narsis? Tak perlu saya jawab karena anda tentunya lebih tahu.

Ada manfaatnya juga kalau kita menuruti apa yang dianjurkan oleh CEO Google, Eric Schmidt. "Turn off your computer. You're actually going to have to turn off your phone and discover all that is human around us, matikan komputermu. Matikan juga ponselmu dan perhatikan manusia di sekelilingmu, karena tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memegangi tangan cucumu saat dia berjalan untuk kali pertama." ujarnya.

Apakah ini sebuah upaya yang dipaksakan untuk membentuk budaya narsisme? sehingga setiap orang akan lebih sibuk memperhatikan dirinya sendiri ketimbang orang lain dan lingkungannya? padahal jauh-jauh hari Muhammad SAW telah mengingatkan ... “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”.

Mari kita update status Facebook kita dengan sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain.

0:59 wib, 02/06/09, pojok belakang warnet

Sambungannya... (klik disini!)